JurnalPatroliNews – Jakarta –Â Pemerintah Meksiko memburu 23 narapidana yang melarikan diri dari sebuah penjara di Puerto Vallarta di tengah gelombang kekerasan menyusul tewasnya pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes.
Kota resor di pesisir Pasifik itu menjadi salah satu pusat aksi balasan kelompok kartel. Anggota CJNG dilaporkan memblokir jalan dan membakar kendaraan sebagai respons atas kematian tokoh yang dikenal dengan julukan El Mencho tersebut.
Mengutip laporan BBC, Rabu (25/2/2026), situasi kacau dimanfaatkan sekelompok pria bersenjata untuk menabrakkan kendaraan ke gerbang penjara. Aksi itu membuka jalan bagi 23 tahanan untuk melarikan diri. Hingga kini, otoritas belum mengumumkan identitas para buronan tersebut.
Operasi penangkapan El Mencho dan bentrokan yang menyertainya dilaporkan menewaskan lebih dari 70 orang, termasuk 25 anggota Garda Nasional. Sekretaris Keamanan Negara Bagian Jalisco, Juan Pablo Hernandez, menyatakan pihaknya bekerja sama dengan berbagai negara bagian guna memburu para napi yang kabur.
Pemerintah menyebut sebagian besar blokade jalan yang didirikan kelompok kartel telah dibersihkan pada Senin. Namun media lokal melaporkan kekerasan masih berlanjut di sejumlah wilayah, termasuk di negara bagian Michoacan, daerah asal El Mencho. Di sana, kelompok bersenjata dilaporkan membakar kendaraan serta merusak toko dan fasilitas publik.
Situasi keamanan yang memburuk turut menghantam sektor pariwisata. Warga dan wisatawan diminta tetap berada di tempat aman setelah kepulan asap hitam terlihat di beberapa titik kota. Sejumlah maskapai menangguhkan penerbangan, sementara sedikitnya dua kapal pesiar membatalkan jadwal singgah di Puerto Vallarta.
Selama ini, El Mencho dikenal sebagai salah satu buronan paling dicari di Meksiko. Di bawah kepemimpinannya, CJNG berkembang menjadi organisasi kriminal transnasional yang terlibat dalam produksi dan perdagangan narkoba serta dikenal menggunakan kekerasan ekstrem terhadap aparat keamanan.
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya bahkan menetapkan El Mencho sebagai target prioritas dan menawarkan hadiah sebesar 15 juta dolar AS bagi informasi yang mengarah pada penangkapannya.
El Mencho ditangkap di wilayah Tapalpa, negara bagian Jalisco, pada Minggu lalu setelah aparat melacak keberadaannya melalui salah satu pasangan dekatnya. Ia dilaporkan meninggal tidak lama setelah penangkapan akibat luka tembak dalam baku tembak antara pengawalnya dan pasukan khusus Meksiko.














