Diduga Dipicu Perebutan Hak Asuh Bayi, Penembakan Massal Guncang Jerman

JurnalPatroliNews – Jakarta – Aksi penembakan massal mengguncang sebuah rumah perlindungan bagi ibu dan anak di Kota Stade, Jerman, Senin (30/6/2026). Sedikitnya enam orang dilaporkan tewas dalam insiden yang diduga dipicu konflik hak asuh seorang bayi berusia tiga bulan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan aparat kepolisian, pelaku diduga datang ke lokasi saat berlangsung agenda pembahasan terkait pengaturan hak asuh anaknya. Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah petugas perlindungan anak dan pihak-pihak terkait.

Saat petugas layanan darurat tiba di lokasi, empat korban ditemukan telah meninggal dunia. Seorang korban lainnya mengembuskan napas terakhir tidak lama setelah dievakuasi, sementara satu korban lain meninggal dunia ketika menjalani perawatan medis. Selain itu, seorang korban lainnya mengalami luka-luka dan hingga kini dilaporkan dalam kondisi stabil.

Kepala Kepolisian Lueneburg, Kathrin Schuol, menjelaskan bahwa pelaku memang dijadwalkan menghadiri pertemuan yang membahas hak asuh putrinya.

“Pelaku memiliki agenda pertemuan hari ini bersama sejumlah korban untuk membahas pengaturan hak asuh putrinya yang masih berusia tiga bulan,” ujar Schuol.

Bayi dan Ibunya Selamat

Meski menjadi pusat konflik hak asuh, bayi berusia tiga bulan bersama ibunya berada di lokasi ketika penembakan terjadi. Beruntung, keduanya tidak menjadi korban tembakan.

Polisi menyebut seluruh korban meninggal merupakan empat perempuan dan dua laki-laki yang bertugas sebagai petugas perlindungan anak di fasilitas tersebut.

Pelaku Ditangkap Setelah Dikejar Polisi

Usai melakukan penembakan, pelaku berusaha melarikan diri menggunakan sebuah mobil yang dikemudikan perempuan berusia 65 tahun yang diduga memiliki hubungan dekat dengan keluarganya.

Petugas kepolisian sempat melepaskan tembakan ke arah kendaraan tersebut sebelum akhirnya berhasil menghentikan mobil dan menangkap keduanya setelah pengejaran singkat.

Baik pelaku maupun pengemudi dilaporkan tidak mengalami luka akibat tindakan aparat dan kini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Kanselir Jerman Sampaikan Duka

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi tersebut.

Menurutnya, insiden itu menjadi pukulan berat karena menimpa orang-orang yang selama ini bertugas melindungi kelompok rentan.

“Banyak orang yang berusaha membantu dan melindungi sesama kehilangan nyawa atau mengalami luka-luka. Pikiran saya bersama para korban dan keluarga mereka,” ujar Merz.

Polisi Selidiki Asal Senjata

Penyidik mengungkapkan pelaku merupakan warga negara Turki kelahiran Jerman yang berdomisili di Kota Hanover.

Meski sebelumnya pernah tercatat beberapa kali melontarkan ancaman, pelaku tidak masuk dalam kategori individu berisiko tinggi.

Polisi juga memastikan pelaku tidak memiliki izin resmi kepemilikan senjata api. Karena itu, penyidik kini fokus menelusuri asal-usul senjata yang digunakan dalam aksi penembakan tersebut.

Sementara itu, ibu dari bayi yang menjadi objek sengketa hak asuh mengaku telah lama berpisah dengan pelaku. Bayi tersebut kini berada dalam perlindungan otoritas setempat hingga proses penyelidikan selesai.

Insiden ini kembali memicu perhatian publik terhadap keamanan fasilitas perlindungan perempuan dan anak di Jerman, sekaligus mendorong evaluasi terhadap mekanisme penanganan konflik keluarga yang berpotensi berujung pada tindak kekerasan. Stade

Komentar