Drama Kematian El Mencho: Tewas dalam Helikopter Usai Baku Tembak Sengit di Hutan Tapalpa

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Meksiko akhirnya mengungkap detail di balik operasi militer yang menewaskan raja narkoba paling dicari, Nemesio Oseguera alias El Mencho.

Pemimpin kartel berpengaruh tersebut tewas pada Minggu (22/2/2026) pagi, sebuah peristiwa yang memicu gelombang kerusuhan berdarah di belasan negara bagian Meksiko.

Otoritas setempat melaporkan bahwa bentrokan susulan pasca-kematian El Mencho telah merenggut sedikitnya 62 nyawa.

Korban tewas terdiri atas 25 anggota Garda Nasional dan 34 anggota geng motor, sementara sisanya merupakan warga sipil.

Kerusuhan yang pecah sejak akhir pekan lalu juga diwarnai aksi pembakaran gedung dan kendaraan di berbagai sudut kota.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengonfirmasi bahwa El Mencho ditemukan di kota Tapalpa. Operasi ini turut didukung oleh data intelijen presisi dari Amerika Serikat untuk melacak lokasi persembunyian sang gembong.

“Tidak ada partisipasi pasukan AS dalam operasi ini. Yang ada hanyalah pertukaran informasi,” tegas Sheinbaum sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (23/2/2026).

Menteri Pertahanan Meksiko, Ricardo Trevilla, memberikan informasi mengejutkan mengenai faktor kunci keberhasilan operasi ini.

Menurutnya, aparat keamanan berhasil merencanakan penggerebekan setelah mendapatkan informasi krusial dari salah satu kekasih El Mencho.

Dalam kronologi yang dibagikan Trevilla, pengawal pribadi El Mencho sempat memberikan perlawanan sengit dengan melepaskan tembakan saat penyergapan terjadi.

Kontak senjata kemudian berpindah ke area hutan, di mana El Mencho dan dua pengawalnya akhirnya tertembak dan terluka parah.

Ketiganya segera dievakuasi ke Mexico City menggunakan helikopter militer untuk mendapatkan perawatan medis sekaligus pengamanan ketat.

Namun, El Mencho dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya di udara sebelum helikopter tersebut mendarat di ibu kota. “Mereka meninggal dalam perjalanan,” ungkap Trevilla singkat.

Kini, Pemerintah Meksiko berada dalam siaga satu untuk mengantisipasi perang perebutan kekuasaan (power vacuum) di internal kartel pasca-tumbangnya sang pemimpin besar.