Dua Insiden Ledakan Gas di Iran Tewaskan Lima Orang

JurnalPatroliNews – Jakarta – Iran diguncang dua peristiwa ledakan gas yang terjadi hampir bersamaan di wilayah selatan dan barat daya negara itu pada Sabtu, 31 Januari 2026. Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya lima orang meninggal dunia serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Ledakan pertama terjadi di Bandar Abbas, kota pelabuhan utama di selatan Iran. Satu orang dilaporkan tewas dan sedikitnya 14 orang mengalami cedera setelah ledakan menghantam sebuah gedung apartemen bertingkat di kawasan Moallem Boulevard.

Otoritas setempat menyebutkan, ledakan tersebut menyebabkan dua lantai dari bangunan delapan lantai itu runtuh. Dampaknya juga merusak kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi serta sejumlah unit pertokoan di sekitarnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Bandar Abbas, Mohammad Amin Liaqat, mengatakan hasil pemeriksaan awal mengindikasikan kebocoran gas sebagai pemicu utama ledakan. Ia menjelaskan bahwa akumulasi gas di dalam bangunan diduga memicu ledakan besar.

Pejabat manajemen krisis wilayah Hormozgan, Mehrdad Hassanzadeh, memastikan seluruh korban luka telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sementara itu, kantor berita semi-resmi Tasnim menepis kabar yang beredar di media sosial mengenai dugaan sasaran ledakan terhadap seorang pejabat militer Garda Revolusi Iran. Pihak berwenang menegaskan insiden tersebut murni kecelakaan domestik.

Ledakan kedua dilaporkan terjadi di Kota Ahvaz, Provinsi Khuzestan, yang terletak di dekat perbatasan Iran dan Irak. Media pemerintah Tehran Times menyebutkan, empat orang meninggal dunia akibat ledakan yang melanda sebuah bangunan permukiman di kawasan Kianshahr.

Tim penyelamat berhasil mengevakuasi seorang anak yang terjebak di bawah puing-puing bangunan. Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Rangkaian ledakan ini terjadi di tengah situasi geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump pada hari yang sama menyatakan bahwa pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan Teheran.

“Mereka sedang berkomunikasi dengan kami. Kita akan melihat apakah ada langkah yang bisa diambil, jika tidak, kita lihat perkembangan selanjutnya,” ujar Trump.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak menginginkan eskalasi konflik. Dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, Pezeshkian menyatakan bahwa Republik Islam Iran selalu mengedepankan penyelesaian damai dan tidak menjadikan perang sebagai pilihan.