JurnalPatroliNews – Jakarta – Duta Besar Republik Indonesia untuk Spanyol, Muhammad Najib, menilai tatanan dunia saat ini tengah bergeser menuju fase realisme global. Perubahan itu ditandai dengan meningkatnya rivalitas antarnegara, tingginya ketidakpastian internasional, serta menurunnya efektivitas lembaga-lembaga multilateral dalam menyelesaikan persoalan global.
Dalam kondisi tersebut, Najib menekankan bahwa kekuatan utama Indonesia terletak pada persatuan nasional agar mampu bertahan dan beradaptasi menghadapi dinamika global yang semakin rumit.
Pandangan itu disampaikan Najib melalui sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Wisma RI Madrid, Rabu, 4 Januari 2026. Dalam rekaman tersebut, ia membagikan pengalamannya saat menghadiri forum internasional bergengsi di ibu kota Spanyol.
“Saya sedang berada di Hotel Grand Meliá Madrid untuk mengikuti sebuah seminar yang diselenggarakan oleh majalah ternama yang banyak dibaca kalangan diplomat, pebisnis, dan akademisi,” tutur Najib.
Ia menjelaskan, forum-forum diskusi semacam ini semakin sering digelar di Madrid sebagai respons atas perubahan global yang berlangsung cepat dan kerap tak terduga. Beragam pemangku kepentingan, mulai dari politisi, pelaku usaha, hingga kalangan kampus, berkumpul untuk merumuskan strategi agar negara-negara Eropa tetap mampu menjaga kemajuan dan kesejahteraan di masa depan.
Najib menambahkan, dalam setiap kesempatan ia selalu menyoroti bahwa dunia sedang berada di fase peralihan besar, khususnya dalam aspek teknologi. Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), digitalisasi, dan internet menjadi isu sentral yang banyak dibahas.
“Tema diskusi hari ini banyak berkaitan dengan AI dan teknologi digital secara luas. Situasi ini seharusnya disikapi dengan cara pandang yang konstruktif,” ujarnya, sembari menegaskan bahwa kompetisi antarnegara merupakan keniscayaan.
Meski persaingan kian tajam, Najib menilai transformasi global juga membuka peluang besar. Dengan pendekatan positif dan kolaboratif, negara-negara dapat saling bekerja sama tanpa mengesampingkan kepentingan nasional masing-masing.
Menutup pesannya, Najib mengajak seluruh elemen bangsa di Indonesia untuk memperkuat persatuan dalam menghadapi dunia yang semakin dipenuhi ketidakpastian dan kecenderungan unilateral.
“Persatuan adalah kunci. Bersatu saja belum tentu semua tantangan bisa kita atasi, apalagi jika kita terpecah-belah,” tandasnya.














