Ini Penjelasan Seema Lakdawala Soal : Klaim Vaksin COVID-19 Membuat Flu Biasa Jadi Mematikan

  • Whatsapp
Ilustrasi

JurnalPatroliNews – Jakarta,– Sebuah unggahan di media sosial mengeklaim bahwa menerima dosis vaksin COVID-19 akan membuat flu biasa jadi berdampak mematikan.

Gambar tersebut merupakan tangkapan layar yang disebarkan di Instagram dan sudah mendapat lebih dari 2.600 interaksi dari warganet.
Berikut narasi yang ditulis dalam unggahan sejak 9 Mei tersebut:

BACA JUGA :

Vaxx tidak disebarkan secara massal sampai musim dingin / flu berakhir karena suatu alasan. Hal itu dikarenakan vaksin membuat flu biasa menjadi sangat mematikan
Kematian ini, lanjutnya, akan menimbulkan varian covid baru bernama “COVID-21”.

Faktanya, klaim tersebut menyesatkan. Pemberian vaksin bertujuan untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit, bukan meningkatkan penularan atau justru membuat penyakit lainnya menjadi mematikan.

Asisten profesor mikrobiologi dan genetika molekuler di University of Pittsburgh, Seema Lakdawala, menegaskan

“Penerima dosis vaksin COVID-19 tidak dapat membuat virus lain mematikan”

Flu biasa adalah istilah konvensional untuk penyakit pernapasan ringan dengan gejala seperti batuk, bersin, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan.

Influenza, atau flu, adalah infeksi saluran pernapasan yang umum dan menular yang disebabkan oleh virus influenza, yang terdiri dari empat tipe – A, B, C, dan D. Virus tipe A dan B terjadi di setiap musim flu, tipe A terutama jika ada pandemi baru. Tipe C dan D kurang menjadi perhatian manusia dan kebanyakan menargetkan hewan. Tetapi tidak ada dari virus ini yang dapat dipengaruhi oleh vaksin COVID-19.

“Tidak ada alasan ilmiah mengapa vaksin COVID, (mengandung) protein lonjakan SARS-CoV-2, akan meningkatkan kematian terhadap virus influenza, Rhinovirus, adenovirus atau virus corona penyebab flu biasa,” katanya, seperti dikutip dari USA Today.

Lakdawala menambahkan, ada kemungkinan suntikan COVID-19 dapat memberikan perlindungan sementara terhadap flu biasa atau virus influenza jika infeksi dan vaksinasi terjadi bersamaan.
Hal tersebut dikarenakan setelah vaksinasi, tubuh meningkatkan respons imun, membuatnya waspada terhadap patogen asing yang masuk. Jika salah satunya muncul, gudang sel dan molekul sistem kekebalan siap menyerang.

“Tetapi vaksin COVID-19 tidak dapat membangun kekebalan jangka panjang untuk virus flu atau flu biasa, karena mereka tidak memiliki kesamaan,” terangnya.

(*/lk)

Pos terkait