JurnalPatroliNews – TEHERAN — Aparat keamanan Iran menangkap sedikitnya 127 orang yang diduga terlibat dalam jaringan spionase asing dan tengah mempersiapkan serangan baru ke ibu kota, Teheran.
Mengutip laporan kantor berita Tasnim News Agency, Minggu (19/4/2026), penangkapan dilakukan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) di berbagai wilayah strategis.
“IRGC menangkap setidaknya 127 orang di seluruh negeri yang diklaim berafiliasi dengan Inggris, Amerika Serikat, dan Israel, serta tengah mempersiapkan landasan untuk serangan militer oleh musuh,” demikian laporan tersebut.
Operasi dilakukan secara terkoordinasi di sejumlah provinsi. Di Azerbaijan Timur, tujuh orang diamankan dengan tuduhan merancang aksi sabotase dan mengumpulkan informasi sensitif untuk pihak luar.
Menurut laporan, kelompok tersebut diduga tengah menyiapkan senjata serta mengirimkan koordinat lokasi-lokasi penting kepada jaringan mereka di luar negeri.
Sementara itu, sebanyak 69 orang ditangkap di wilayah Mazandaran, dan 51 lainnya, termasuk tiga kelompok yang disebut sebagai jaringan spionase, diamankan di Kerman.
Gelombang penangkapan ini terjadi di tengah situasi keamanan yang masih memanas pasca konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang pecah pada akhir Februari lalu.
Di sisi lain, pemerintah Teheran juga memperketat regulasi terkait tindak spionase. Undang-undang yang diperbarui memungkinkan aparat menjatuhkan hukuman berat, termasuk hukuman mati, bagi pelaku yang terbukti bersalah, serta penyitaan aset yang terkait dengan aktivitas tersebut.
Langkah ini menunjukkan peningkatan kewaspadaan Iran terhadap potensi ancaman keamanan dalam negeri di tengah dinamika geopolitik kawasan yang belum sepenuhnya stabil.














