JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah India resmi melayangkan protes diplomatik kepada Pemerintah Iran menyusul insiden penembakan yang melibatkan dua kapal tanker berbendera India di perairan strategis Selat Hormuz.
Langkah ini diambil setelah otoritas keamanan maritim melaporkan adanya tindakan agresif terhadap armada kapal pengangkut energi menuju New Delhi.
Kementerian Luar Negeri India dalam pernyataan resminya mengonfirmasi bahwa Sekretaris Vikram Misri telah memanggil Duta Besar Iran untuk India pada Minggu (19/4).
Dalam pertemuan tersebut, India menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi militer yang mengancam keselamatan awak kapal dan kelancaran arus logistik energi internasional.
Insiden Pengusiran oleh Angkatan Laut IRGC Berdasarkan data dari situs pemantauan maritim TankerTrackers.com, dua kapal milik India dilaporkan dipaksa berputar arah ke sisi barat untuk keluar dari Selat Hormuz oleh Angkatan Laut Sepah atau korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Salah satu armada yang terdampak adalah kapal tanker super jenis VLCC (Very Large Crude Carrier) yang tengah membawa muatan sekitar 2 juta barel minyak mentah asal Irak.
Penahanan dan penembakan peringatan tersebut terjadi pada Jumat (18/4), bertepatan dengan kebijakan penutupan kembali jalur selat oleh militer Teheran.
Dampak Terhadap Ketahanan Energi India New Delhi mendesak Iran untuk segera memulihkan proses fasilitasi pelintasan kapal-kapal tujuan India melalui selat tersebut.
Permintaan ini bersifat mendesak mengingat posisi India sebagai pembeli gas minyak cair (LPG) terbesar kedua di dunia.
Sejak pecahnya konflik di Timur Tengah pada 28 Februari lalu, India telah bergulat dengan krisis pasokan gas yang serius.
Sebagai negara yang mengimpor sekitar 60 persen kebutuhan LPG domestiknya, kelancaran akses di Selat Hormuz merupakan faktor kunci bagi ketahanan ekonomi dan stabilitas harga energi di dalam negeri India.
Posisi Geopolitik India Meskipun India berupaya mempertahankan hubungan diplomatik yang kuat dengan Teheran, New Delhi juga secara bertahap memperluas kerja sama strategis dengan rival Iran, yaitu Israel. Kerja sama tersebut mencakup sektor pertahanan, teknologi, hingga keamanan siber.
Situasi di Selat Hormuz kini menempatkan India dalam posisi diplomasi yang kompleks. New Delhi dituntut untuk menyeimbangkan hubungan bilateral dengan Iran sambil memastikan kepentingan ekonomi nasionalnya tidak terganggu oleh dinamika keamanan maritim yang kian tidak menentu di kawasan Teluk.














