Komentar Powell Tekan Pasar, Bitcoin Tergelincir Lagi

JurnalPatroliNews – Jakarta – Bitcoin kembali menunjukkan pelemahan setelah merosot 2,56 persen dalam 24 jam terakhir dan turun ke posisi 90.207 dolar AS pada Kamis, 11 Desember 2025, menurut data CoinMarketCap.

Koreksi ini muncul akibat kombinasi tekanan makroekonomi, terutama setelah Federal Reserve menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Namun, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang menegaskan bahwa “tidak ada jalur bebas risiko” membuat pelaku pasar meragukan peluang pelonggaran kebijakan moneter yang lebih agresif.

Ketidakpastian itu tercermin dari peluang pemangkasan suku bunga tambahan hingga Januari 2026 yang kini hanya sekitar 24 persen. Karena reli Bitcoin banyak ditopang oleh kondisi likuiditas yang longgar, keraguan investor membuat harga kripto terbesar tersebut kehilangan momentumnya. Pada saat yang sama, sebagian dana investor berpindah ke emas, seiring meningkatnya kekhawatiran mengenai besarnya beban utang AS.

Secara teknikal, Bitcoin memperpanjang penurunan setelah menembus area support 90.500 dolar AS, yang mendorong terjadinya likuidasi posisi long senilai sekitar 174 juta dolar AS.

Di tengah tekanan tersebut, minat jangka panjang terhadap aset kripto ini belum sepenuhnya padam. Arus masuk ke ETF Bitcoin spot masih kuat, dengan total 224 juta dolar AS pada 10 Desember, meski sentimen pasar tetap rapuh.

Para analis kini mengawasi level 89.800 dolar AS, yang menjadi titik terendah dalam 30 hari terakhir. Jika batas tersebut ditembus, harga BTC berpotensi melanjutkan penurunan ke area Fibonacci 61,8 persen, yang berada di sekitar 90.885 dolar AS.