JurnalPatroliNews – Jakarta – Gelombang serangan udara Israel ke Jalur Gaza kembali memakan korban besar. Dalam laporan Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 60 warga Palestina meninggal dunia hanya dalam kurun 24 jam terakhir, sementara 343 orang lainnya dilaporkan terluka, Selasa (19/8/2025).
Otoritas kesehatan Gaza menuturkan banyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan akibat sulitnya akses bagi tim medis dan ambulans menuju lokasi serangan. Situasi ini membuat angka kematian terus meningkat.
Sejak dimulainya agresi pada 7 Oktober 2023, total korban jiwa di Gaza telah mencapai 62.064 orang dengan 156.573 lainnya mengalami luka-luka. Pasca berakhirnya gencatan senjata sepihak Israel pada 18 Maret lalu, jumlah korban terus bertambah, tercatat 10.518 orang meninggal dan 44.532 lainnya terluka.
Selain itu, Kementerian Kesehatan Gaza juga mengungkap bahwa sebanyak 1.996 orang tewas dan lebih dari 14.898 luka-luka saat berusaha mendapatkan bantuan kemanusiaan. Dalam 24 jam terakhir saja, 31 orang yang sedang mencari bantuan dilaporkan tewas dan 197 orang terluka.
Di sisi lain, krisis pangan yang semakin parah turut menambah deretan korban. Tiga orang meninggal akibat kelaparan dalam sehari terakhir, sehingga total korban jiwa karena kelaparan mencapai 266 orang, termasuk 112 anak-anak.














