Krisis Keuangan: Puluhan Sekolah Swasta Thailand Tutup, Ribuan Guru Terancam Kehilangan Pekerjaan

  • Whatsapp
Ilustrasi/Net

JurnalPatroliNews – Jakarta –  Pandemi telah menciptakan krisis keuangan pada puluhan sekolah swasta di Thailand. Mereka terpaksa menutup kegiatan mereka karena tidak ada lagi pendanaan.

Kepala Asosiasi Badan Koordinasi dan Pembinaan Pendidikan Swasta (APPE), Supaset Khanakul, bahkan menyebut ada 60 hingga 70 sekolah swasta yang ditutup selama sembilan bulan terakhir, dan kemungkinan 100 sekolah lainnya menyusul langlah itu.

Peringatan itu muncul bersamaan dengan pengumuman yang disampaikan salah satu sekolah swasta di Thailand, Amnuay Silpa Dhonburi School, yang akan ditutup setelah akhir tahun ajaran 2021 karena masalah likuiditas.

“Beberapa sekolah swasta mengalami kesulitan keuangan karena orangtua tidak mampu membayar biaya sekolah yang diperkirakan mencapai 1 miliar baht,” kata Supaset, seperti dikutip dari Bangkok Post, Sabtu (23/10).

Masalah keuangan juga terkait dengan laporan yang mengatakan rendahnya pendaftran murid baru di tahun ini.

Menurut Supaset, saat ini sudah ada sekitar sepuluh sekolah lain yang telah memberi tahu Kantor Komisi Pendidikan Swasta tentang niat mereka untuk menutup sekolahnya.

Sementara, Jate Prapamontreepong, Presiden Jaringan Sekolah Prapamontree, mengatakan situasinya mengerikan bagi sekolah swasta yang mengalami penurunan pendaftaran selama lima sampai sepuluh tahun terakhir.

“Kelahiran rendah di Thailand selama beberapa tahun terakhir telah menyebabkan lebih sedikit siswa yang mendaftar sementara sekolah-sekolah negeri juga telah berkembang,” kata Jate.“Jika sekolah-sekolah ini harus ditutup, beban akan dibebankan pada sekolah-sekolah negeri dan lebih dari 100.000 guru akan kehilangan pekerjaan mereka,” katanya.

Pos terkait