Menanti Parade Militer Korea Utara Menjelang HUT ke-80 Partai Pekerja

JurnalPatroliNews – Jakarta – Saya kembali menjejakkan kaki di Pyongyang, ibu kota Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK), atau yang akrab dikenal sebagai Korea Utara. Ini bukan kunjungan pertama, sebab sejak perjalanan perdana tahun 2003, saya sudah berulang kali datang ke negeri tertutup ini.

Pagi buta, tepat pukul 03.00, kami sudah berada di konter check-in Air Koryo di Terminal 2 Bandara Internasional Ibu Kota Beijing (BCIA). Pesawat Antonov AN148-100B milik maskapai nasional Korea Utara lepas landas pukul 06.21 waktu setempat, Selasa 7 Oktober 2025. Hampir dua jam mengudara, pesawat mendarat mulus di Bandara Internasional Kim Il Sung, Pyongyang.

Menurut keterangan Kedutaan Besar Korea Utara di Jakarta yang saya hubungi sehari sebelumnya, penerbangan ini merupakan tambahan khusus untuk membawa tamu undangan ke perayaan HUT ke-80 Partai Pekerja Korea yang dijadwalkan berlangsung 10 Oktober.

Dalam perjalanan menuju Hotel Koryo di pusat kota, kami melewati Kim Il Sung Square. Ribuan anak-anak tampak berbaris rapi dengan topi putih di kepala, mengibarkan bendera merah dalam latihan menjelang puncak peringatan. Pemandangan ini seakan memberi isyarat bahwa parade militer akbar juga sedang dipersiapkan, sebagaimana tradisi Korea Utara yang selalu menampilkan kekuatan militernya secara kolosal.

Namun, pendamping kami, Mr. Kim, mengingatkan bahwa jadwal parade belum tentu diumumkan jauh hari. Informasi biasanya datang mendadak menjelang malam perayaan. Jika ada telepon larangan membawa barang di kantong, itu pertanda parade militer akan digelar, dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dipastikan hadir.