Anggap Sanksi Tak Efektif Akibat Bantuan Rusia, Korsel Desak Pendekatan Baru Hadapi Korut

JurnalPatroliNews – Seoul – Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana mengalihkan fokus kebijakan luar negerinya ke isu Korea Utara.

Langkah diplomasi tersebut diambil oleh pihak Washington setelah menyepakati perjanjian perdamaian dengan Iran pasca-konflik bersenjata yang sempat pecah sejak awal tahun ini.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Lee saat membeberkan hasil pertemuan bilateralnya dengan Trump di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G7 yang berlangsung di Prancis.

Menurut keterangan Lee kepada jurnalis di Seoul, Trump menilai bahwa momen saat ini merupakan waktu yang tepat untuk kembali memberikan perhatian serius pada dinamika di Semenanjung Korea.

Kedua pemimpin negara tersebut juga menyepakati bahwa penghentian program senjata nuklir Korea Utara merupakan target jangka pendek yang paling realistis untuk dicapai saat ini.

Meskipun Trump menganggap belum ada solusi menyeluruh yang jelas untuk menghapus persenjataan nuklir Pyongyang, isu tersebut kini resmi ditempatkan kembali sebagai prioritas utama diplomasi Amerika Serikat.

Dalam kesempatan yang sama, Lee turut menyampaikan pandangannya kepada Trump mengenai efektivitas sanksi ekonomi dan tekanan internasional terhadap Korea Utara yang dinilai sudah tidak lagi mempan.

Penurunan efektivitas sanksi global tersebut disinyalir terjadi akibat semakin eratnya kerja sama militer yang terjalin antara pihak Korea Utara dan Rusia dalam konflik di Ukraina.

Kepala negara Korea Selatan itu menambahkan bahwa sokongan atau bantuan sekecil apa pun dari Moskow saat ini memberikan dampak yang sangat besar bagi ketahanan dalam negeri Korea Utara.

Komentar