Menlu Iran Ragukan Komitmen Israel Hormati Gencatan Senjata Gaza

JurnalPatroliNews Teheran – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, menyatakan keraguannya terhadap komitmen Israel untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.

Ia menuding Israel kerap melanggar kesepakatan serupa di masa lalu, termasuk perjanjian gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah di Lebanon.

“Kami memperingatkan tentang tipu daya dan pengkhianatan rezim Zionis terkait perjanjian-perjanjian sebelumnya. Rezim Zionis sama sekali tidak dapat dipercaya,” ujar Araghchi dalam wawancara dengan radio nasional Iran.

Menurutnya, pelanggaran berulang Israel terhadap kesepakatan di Lebanon menjadi bukti kuat bahwa negara tersebut sulit dipercaya untuk menghormati rencana perdamaian di Gaza.

Meski demikian, Araghchi menegaskan bahwa Iran tetap mendukung setiap upaya yang bertujuan menghentikan perang dan memulihkan stabilitas di Gaza. “Setiap rencana yang bertujuan menghentikan kejahatan ini selalu mendapat dukungan kami,” tambahnya.

Dalam pernyataan sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan dukungan penuh Teheran terhadap semua inisiatif yang mencakup penghentian perang genosida, penarikan pasukan pendudukan, pembebasan tahanan Palestina, serta pemenuhan hak-hak dasar rakyat Palestina.

Araghchi juga meragukan komitmen Amerika Serikat terhadap pelaksanaan gencatan senjata setelah fase pertama rencana perdamaian yang digagas oleh Presiden AS Donald Trump dijalankan.

“Saat itulah kita akan melihat sejauh mana para pejabat Amerika dan pihak-pihak lain tetap berkomitmen pada klaim dan janji mereka,” tegasnya.

Ketegangan antara Iran dan Israel sebelumnya meningkat setelah kedua negara terlibat perang selama 12 hari pada Juni 2025, yang dipicu oleh serangan Israel terhadap situs nuklir dan militer Iran.

Araghchi mengungkap bahwa Teheran juga telah menerima pesan dari Rusia mengenai posisi terbaru Israel. “Beberapa hari lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Netanyahu menegaskan, ia tidak berniat memulai kembali perang dengan Iran,” ungkapnya.

Meski demikian, Teheran tetap menyiagakan seluruh angkatan bersenjata untuk mengantisipasi segala kemungkinan. “Angkatan bersenjata kami selalu siaga dan terus meningkatkan kemampuan setiap hari,” pungkas Araghchi.