Penghormatan Terakhir untuk Khamenei Dimulai, Iran Siaga Penuh dan Kantor Diliburkan

JurnalPatroliNews | Teheran – Pemerintah Iran memulai rangkaian prosesi penghormatan terakhir bagi Ayatollah Ali Khamenei dengan menggelar upacara kenegaraan di Teheran, Jumat (3/7/2026). Prosesi tersebut menjadi salah satu agenda nasional terbesar Iran yang diperkirakan akan dihadiri jutaan pelayat dari berbagai wilayah serta delegasi mancanegara.

Jenazah pemimpin tertinggi Iran itu disemayamkan di kompleks Grand Mosalla, Teheran. Peti jenazah yang diselimuti bendera nasional Iran mulai didatangi para pejabat negara, tokoh agama, hingga masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menjadi salah satu pejabat yang hadir dalam prosesi tersebut. Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, Kepala Korps Garda Revolusi Ahmad Vahidi, serta sejumlah tokoh penting lainnya juga tampak memberikan penghormatan di hadapan jenazah.

Prosesi tersebut turut dihadiri sejumlah tamu dari luar negeri. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, perwakilan Afghanistan, serta delegasi dari Hamas dan Hizbullah terlihat hadir sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang selama puluhan tahun menjadi figur sentral Republik Islam Iran.

Pemerintah Iran menyebut sekitar 30 negara dijadwalkan mengirimkan delegasi resmi dalam rangkaian pemakaman tersebut. Kehadiran para tamu negara sekaligus menunjukkan besarnya perhatian internasional terhadap prosesi yang berlangsung di tengah situasi geopolitik kawasan yang masih bergejolak.

Untuk mengantisipasi membludaknya pelayat, pemerintah menetapkan status siaga di ibu kota. Berbagai ruas jalan utama ditutup, sementara aparat keamanan disiagakan di sejumlah titik strategis.

Tidak hanya itu, pemerintah juga menetapkan hari libur di Teheran serta dua kota suci, Qom dan Mashhad. Seluruh aktivitas perkantoran, baik instansi pemerintah maupun sektor swasta, dihentikan sementara selama rangkaian prosesi berlangsung guna mendukung kelancaran pemakaman.

Berbagai fasilitas umum juga disiapkan untuk melayani para pelayat yang datang dari berbagai daerah. Ratusan tenda darurat Bulan Sabit Merah didirikan sebagai tempat singgah, sementara sejumlah warga membuka rumah mereka bagi tamu yang datang dari luar kota.

Salah seorang warga Teheran, Ezzat Shoai, mengaku masyarakat setempat telah bersiap menyambut kedatangan para pelayat.

“Kami telah menyiapkan rumah-rumah kami untuk menyambut mereka yang datang dari luar ibu kota. Kami ingin mengantar pemimpin kami untuk terakhir kalinya,” ujarnya.

Menjelang prosesi utama, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf juga mengajak seluruh rakyat Iran untuk hadir sebagai bentuk penghormatan sekaligus simbol persatuan nasional.

Menurut rencana, jenazah Ayatollah Ali Khamenei akan disemayamkan selama tiga hari sebelum diberangkatkan menuju Irak untuk berziarah ke Najaf dan Karbala. Setelah itu, jenazah dijadwalkan dimakamkan pada 9 Juli 2026 di kompleks makam Imam Reza, Mashhad, yang juga merupakan kota kelahirannya.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai kehadiran Mojtaba Khamenei dalam prosesi utama. Putra sekaligus penerus kepemimpinan Iran tersebut belum pernah tampil di hadapan publik sejak ditetapkan menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi negara.

Komentar