Perairan Yaman Memanas, Kapal Tanker Eureka Dibajak dan Dibawa ke Somalia


JurnalPatroliNews – Jakarta –  Jalur pelayaran internasional di sekitar Teluk Aden, Yaman, kembali diguncang aksi pembajakan setelah kapal tanker minyak Eureka disergap kelompok bersenjata tak dikenal dan dialihkan menuju pesisir Somalia.

Otoritas Penjaga Pantai Yaman (Yaman Coast Guard) pada Sabtu, 2 Mei 2026, mengonfirmasi bahwa kapal tersebut direbut di dekat Provinsi Shabwa, kawasan pesisir selatan Yaman yang berbatasan langsung dengan salah satu jalur maritim paling strategis di dunia.

Menurut laporan yang dikutip dari AFP, para pelaku naik ke atas kapal, mengambil alih kendali, lalu mengarahkan tanker tersebut menuju pantai Somalia.

“Para penyerang naik ke kapal, mengambil alih kendali, lalu mengemudikannya ke arah pantai Somalia,” demikian keterangan dalam laporan tersebut, dikutip Minggu, 3 Mei 2026.

Pihak penjaga pantai Yaman menyatakan operasi pelacakan tengah dilakukan untuk memantau posisi kapal sekaligus memastikan keselamatan seluruh awak di dalamnya.

“Lokasi kapal tanker telah ditentukan, dan pekerjaan sedang dilakukan untuk memantaunya dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam upaya untuk menemukannya kembali dan memastikan keselamatan awaknya,” tulis pernyataan resmi Yaman Coast Guard.

Berdasarkan data pelayaran dari Marine Traffic, Eureka merupakan kapal tanker pengangkut produk minyak berbendera Togo yang terakhir tercatat berada di Pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab, pada akhir Maret lalu.

Hingga saat ini, identitas lengkap maupun jumlah awak kapal belum diumumkan ke publik.

Insiden ini mempertegas kembalinya ancaman pembajakan Somalia yang sempat mereda selama lebih dari satu dekade setelah operasi patroli internasional berskala besar dilakukan di kawasan tersebut.

Misi angkatan laut Uni Eropa, Operation Atalanta, bahkan mencatat sedikitnya tiga serangan maritim baru pada akhir April 2026 di wilayah yang sama.

Meski Laut Merah dan Teluk Aden saat ini juga dibayangi ketegangan akibat perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak akhir Februari, belum ada indikasi langsung bahwa pembajakan Eureka berkaitan dengan konflik geopolitik tersebut.

Namun, meningkatnya kembali aksi perompakan di kawasan itu menjadi sinyal serius bagi keamanan perdagangan global.

Bulan lalu, sebuah tanker lain juga dilaporkan direbut kelompok perompak baru yang berbasis di Garacad, Puntland, Somalia timur laut. Peristiwa itu memperkuat dugaan bahwa jaringan pembajakan Somalia mulai bangkit dan kembali menjadi ancaman nyata bagi pelayaran internasional.