Putin Bongkar Strategi Rusia Hadapi Perang Teknologi

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bioteknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) akan menjadi pilar utama untuk memperkuat kedaulatan industri negaranya. Pernyataan itu disampaikan saat ia berbicara dalam Forum Teknologi Masa Depan di Moskow, Rabu (26/2/2026).

Putin menilai penguasaan AI sangat krusial untuk mempercepat riset bioteknologi yang mampu menjawab tantangan modern, terutama di sektor kesehatan dan industri strategis.

“Penelitian bioteknologi yang didukung AI sangat penting secara strategis untuk memastikan kedaulatan industri kita,” ujarnya, dikutip dari RT, Jumat (27/2/2026).

Ia juga menekankan bahwa teknologi masa depan tidak boleh menjadi hak eksklusif kelompok tertentu, melainkan harus dapat diakses secara adil oleh masyarakat luas.

Dalam forum yang sama, Direktur Pusat Industri Kesehatan Sberbank, Sergey Zhdanov, memaparkan contoh penggunaan AI dalam pengembangan obat untuk fibrosis paru idiopatik. Menurutnya, AI digunakan sejak tahap identifikasi target hingga perancangan molekul obat.

“Targetnya diidentifikasi oleh AI, molekulnya dihasilkan oleh AI, dan dibutuhkan waktu dua setengah tahun serta biaya 2,6 juta dolar AS untuk mencapai fase kedua uji klinis,” kata Zhdanov.

Ia membandingkan, metode konvensional biasanya memerlukan waktu tiga hingga lima tahun dengan biaya yang dapat menembus ratusan juta dolar AS.

Meski demikian, para pembicara menegaskan AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan ilmuwan. Teknologi ini justru berfungsi sebagai akselerator riset yang membuka peluang inovasi lebih cepat.

Direktur Pusat Pengembangan Obat Berbantuan AI di AIRI Institute, Artur Kadurin, menilai pendekatan berbasis AI sangat efektif mempercepat proses trial and error dalam penemuan obat baru. Namun ia mengakui hingga kini belum ada model AI yang sepenuhnya dirancang khusus untuk kebutuhan riset bioteknologi.

Kadurin menambahkan Rusia memiliki komunitas dan tradisi riset AI yang kuat. Hal itu tercermin dari banyaknya ilmuwan Rusia yang berkontribusi dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan, baik di dalam negeri maupun di panggung global.

Pernyataan Putin ini menegaskan langkah Moskow untuk mempercepat penguasaan teknologi strategis di tengah meningkatnya persaingan global di bidang kecerdasan buatan dan bioteknologi.