JurnalPatroliNews – MOSKOW – Ketegangan antara Rusia dan Ukraina kembali meningkat menjelang putaran terbaru perundingan damai yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Selasa (17/2/2026).
Mengutip laporan AFP, Kyiv dilaporkan meningkatkan intensitas serangan balasan ke sejumlah wilayah Rusia setelah Moskow lebih dulu meluncurkan ratusan serangan rudal dalam beberapa hari terakhir.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sistem pertahanan udaranya mampu meredam gelombang serangan tersebut. Dalam keterangan resmi, Moskow mengklaim telah menghancurkan lebih dari 150 drone Ukraina hanya dalam satu malam.
“Semalam, pasukan pertahanan udara menghancurkan 151 drone Ukraina di wilayah Rusia, serta di Laut Hitam dan Laut Azov,” demikian pernyataan pihak Kementerian Pertahanan Rusia.
Serangan juga dilaporkan menyasar wilayah Krimea yang dianeksasi Moskow sejak 2014. Gubernur Sevastopol, Mikhail Razvozhayev, menyebut sekitar dua lusin drone berhasil ditembak jatuh dalam salah satu serangan udara terpanjang dalam beberapa waktu terakhir.
“Sayangnya, ada korban luka. Berdasarkan informasi awal, satu anak mengalami luka-luka,” tulis Razvozhayev melalui Telegram.
Eskalasi militer ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang kembali diinisiasi dengan dukungan Amerika Serikat. Kedua negara dijadwalkan kembali ke meja perundingan di Jenewa setelah dua putaran sebelumnya yang dimediasi oleh Gedung Putih belum menghasilkan terobosan berarti.
Saat ini Rusia dilaporkan masih menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina. Namun, dalam beberapa hari terakhir, Kyiv mengklaim berhasil merebut kembali sebagian wilayahnya.
Berdasarkan analisis terbaru dari Institute for the Study of War, Ukraina disebut berhasil merebut kembali sekitar 201 kilometer persegi wilayah dalam periode Rabu hingga Minggu pekan lalu.
Situasi di lapangan yang terus berubah ini menjadi tantangan tersendiri bagi proses negosiasi damai yang diharapkan mampu meredakan konflik berkepanjangan antara kedua negara.














