JurnalPatroliNews – Jakarta – Eskalasi konflik di Timur Tengah telah memakan biaya kemanusiaan yang sangat besar. Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengungkapkan fakta memilukan bahwa sebanyak 1.322 warga sipil Iran tewas akibat gelombang serangan udara gabungan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat hingga Jumat (6/3).
Dalam pernyataannya di hadapan jurnalis di Markas Besar PBB, New York, Iravani menyebutkan bahwa selain angka kematian yang tinggi, ribuan warga lainnya kini menderita luka-luka akibat gempuran tersebut.
Ia menuding pasukan koalisi sengaja mengarahkan serangan ke pemukiman dan warga sipil, sebuah tindakan yang berbanding terbalik dengan operasi militer Iran.
Iravani menegaskan bahwa dalam setiap upaya balas dendam, Teheran hanya membidik situs-situs militer strategis. Terkait tuduhan adanya serangan Iran yang mengenai sasaran nonmiliter, ia menyatakan pihaknya tengah melakukan investigasi internal.
Namun, ia menduga anomali tersebut disebabkan oleh sistem pertahanan udara Amerika Serikat yang mengganggu lintasan rudal Iran.
Penilaian awal menunjukkan bahwa beberapa insiden yang mengenai sasaran nonmiliter kemungkinan besar diakibatkan oleh sistem intersepsi Amerika Serikat yang mengalihkan target militer yang sebenarnya dimaksudkan oleh Iran.
Tolak Intervensi Donald Trump
Selain memaparkan kerugian jiwa, Iravani juga memberikan respons keras terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump.
Sebelumnya, Trump mengeklaim Washington berhak terlibat dalam menentukan sosok Pemimpin Tertinggi Iran yang baru untuk menggantikan mendiang Ali Khamenei yang tewas dalam serangan awal operasi tersebut.
Iravani mengutuk keras keinginan Trump dan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap prinsip nonintervensi internasional serta kedaulatan sebuah negara. Ia memastikan bahwa proses suksesi kepemimpinan di Iran akan berjalan secara mandiri.
Pemilihan pemimpin masa depan Iran akan berlangsung sepenuhnya sesuai dengan prosedur konstitusional dan semata-mata didasarkan atas kehendak rakyat Iran, tanpa ada celah bagi campur tangan asing dalam bentuk apa pun.
Situasi di Teheran hingga kini masih mencekam seiring dengan ketidakpastian politik pasca-runtuhnya kepemimpinan Khamenei, sementara masyarakat internasional terus memantau potensi dampak kemanusiaan yang lebih luas dari konflik ini.














