JurnalPatroliNews – BERN — Pemerintah Swiss menyatakan bahwa inisiatif otonomi yang diajukan Maroko merupakan solusi paling realistis untuk menyelesaikan sengketa wilayah Sahara yang telah berlangsung lama.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam komunikasi bersama antara Wakil Presiden Konfederasi Swiss sekaligus Kepala Departemen Luar Negeri Federal Ignazio Cassis dan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, serta Ekspatriat Maroko Nasser Bourita dalam pertemuan resmi di Bern.
“Inisiatif otonomi yang diajukan oleh Maroko merupakan landasan paling serius, kredibel, dan pragmatis untuk menyelesaikan sengketa regional atas Sahara Maroko,” demikian pernyataan bersama yang dirilis pada Sabtu (25/4/2026).
Dalam dokumen tersebut, Swiss juga menyambut baik adopsi Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor 2797. Resolusi itu menegaskan bahwa otonomi yang dijalankan di bawah kedaulatan Maroko dapat menjadi solusi yang paling layak dalam menyelesaikan konflik.
Selain itu, Swiss kembali menegaskan dukungannya terhadap peran sentral PBB dalam proses penyelesaian sengketa, termasuk upaya yang dilakukan oleh utusan pribadi Sekretaris Jenderal dalam memfasilitasi dialog antar pihak.
Pernyataan ini dinilai memperkuat dukungan internasional terhadap proposal otonomi yang diajukan Rabat, seiring meningkatnya aktivitas diplomasi yang didorong oleh Raja Mohammed VI untuk menegaskan kedaulatan negaranya atas wilayah Sahara.
Sengketa wilayah Sahara Barat sendiri telah berlangsung selama beberapa dekade dan melibatkan berbagai kepentingan geopolitik di kawasan Afrika Utara. Dukungan dari negara-negara Eropa seperti Swiss dipandang sebagai dorongan penting dalam upaya mencari solusi damai yang berkelanjutan.














