The Fed Sangkal Klaim Trump di Davos, Tekanan Inflasi AS Dinilai Belum Jinak

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, yang menyebut inflasi Amerika Serikat telah berhasil dikendalikan, mendapat tanggapan berbeda dari bank sentral AS.

Federal Reserve menegaskan bahwa tekanan harga di Negeri Paman Sam masih berada pada level yang relatif tinggi.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell menekankan kondisi tersebut sebagai alasan utama bank sentral mempertahankan kebijakan suku bunga ketat. Dalam pengumuman hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang disampaikan Rabu waktu setempat, 28 Januari 2026, The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di rentang 3,5 hingga 3,75 persen.

Powell menjelaskan, keputusan itu diambil karena laju inflasi belum sepenuhnya kembali ke jalur yang diinginkan, meskipun perekonomian Amerika Serikat masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup solid.

“Pertumbuhan lapangan kerja memang melambat dan tingkat pengangguran mulai menunjukkan stabilitas, namun inflasi masih berada di atas level yang nyaman. Karena itu, FOMC memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan tanpa perubahan,” ujar Powell dalam pernyataannya, dikutip dari Reuters.

Ia menegaskan bahwa Federal Reserve tetap berpegang pada dua mandat utamanya, yakni menjaga stabilitas harga dan mendukung terciptanya kesempatan kerja maksimal.

“Komite berkomitmen mendorong tercapainya lapangan kerja maksimum sekaligus menurunkan inflasi kembali ke target 2 persen,” kata Powell.

Namun demikian, Powell mengingatkan bahwa arah kebijakan moneter ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi terbaru serta berbagai risiko yang berpotensi menghambat upaya pengendalian inflasi dan penguatan pasar tenaga kerja.

Dalam rapat tersebut, sebagian besar anggota FOMC sepakat mempertahankan suku bunga. Meski begitu, dua pejabat The Fed, Stephen I. Miran dan Christopher J. Waller, tercatat mengusulkan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Sikap hati-hati The Fed ini berseberangan dengan pernyataan Trump di Davos. Dalam pidatonya di forum ekonomi dunia tersebut, Trump mengklaim inflasi telah berhasil ditekan hingga nyaris tidak terasa di Amerika Serikat.

Trump bahkan menyebut berbagai harga kebutuhan, mulai dari pangan dan energi hingga tiket pesawat, suku bunga kredit perumahan, biaya sewa, dan cicilan kendaraan, mengalami penurunan signifikan dalam waktu cepat.