Dalam tanggapannya, GHF menyebut bahwa insiden ini mencerminkan upaya sistematis dari Hamas untuk merusak operasional lembaga tersebut, terutama karena terjadi saat negosiasi gencatan senjata berlangsung. GHF menilai permintaan Hamas agar mereka menghentikan operasi bukanlah kebetulan.
Sejumlah saksi mata mengungkapkan kondisi mengenaskan di lapangan. Mahmoud Fojo, pemuda 21 tahun yang terluka dalam kerusuhan itu, menggambarkan situasi saat gerbang dikunci dan ribuan warga terjebak di antara pagar kawat dan tembok.
“Kami saling dorong, orang-orang jatuh dan menimpa yang lain. Saya sempat merasa hidup saya akan berakhir,” katanya.
Belum ada tanggapan resmi dari militer Israel terkait klaim Hamas dan kesaksian warga. Namun otoritas kesehatan Palestina menyebutkan setidaknya 21 korban meninggal karena sesak napas dan terhimpit dalam kerumunan.
Laporan dari kantor HAM PBB di Jenewa menunjukkan bahwa dalam enam pekan terakhir, ada 875 kematian di sekitar lokasi distribusi bantuan dan konvoi pangan di Gaza, sebagian besar di dekat titik yang dioperasikan GHF.
Mayoritas korban tewas disebut akibat tembakan, yang diduga berasal dari militer Israel. Tentara Israel mengakui adanya korban sipil dan mengatakan mereka telah memperbarui pedoman operasi berdasarkan pelajaran dari insiden sebelumnya.
GHF, yang menggunakan perusahaan logistik dan keamanan swasta asal AS, menjalankan pengiriman bantuan secara mandiri di luar sistem utama PBB. Mekanisme ini kerap menuai kritik, termasuk dari PBB sendiri yang menyebut metode GHF melanggar prinsip netralitas dan tidak aman. GHF membantah tuduhan tersebut.
Amjad Al-Shawa dari Jaringan LSM Palestina menilai GHF gagal dalam manajemen distribusi, menyebut ribuan warga yang hadir dalam kondisi lapar dan kelelahan tidak diarahkan dengan baik. “Kekacauan ini lahir dari buruknya organisasi dan minimnya disiplin di lapangan,” ujarnya.
Perang di Gaza yang berkecamuk sejak Oktober 2023, usai serangan besar-besaran Hamas ke Israel, telah memicu eksodus besar-besaran serta memicu krisis pangan dan kemanusiaan yang semakin dalam di wilayah tersebut.














