JurnalPatroliNews – Jakarta – Latihan militer internasional berskala besar bertajuk African Lion 2026 di Maroko diwarnai kabar duka.
Satu dari dua tentara Amerika Serikat yang dilaporkan hilang pekan lalu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lepas pantai Atlantik pada Sabtu (9/5).
Kedua tentara tersebut sebelumnya dinyatakan hilang di sekitar kawasan tebing pesisir saat mengikuti rangkaian latihan militer.
Sejak laporan kehilangan diterima, militer Amerika Serikat bersama pasukan Maroko dan sekutu internasional lainnya segera melancarkan operasi pencarian besar-besaran yang mencakup wilayah darat dan perairan.
Seorang pejabat militer Amerika Serikat yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa kedua prajurit tersebut diduga kuat jatuh ke laut saat bertugas. Otoritas militer juga menegaskan bahwa insiden ini merupakan murni kecelakaan latihan dan menutup segala kemungkinan adanya keterkaitan dengan aksi terorisme.
Pihak militer Maroko pada Minggu (10/5) mengonfirmasi bahwa jenazah prajurit tersebut telah dievakuasi ke rumah sakit militer setempat.
Saat ini, proses koordinasi sedang dilakukan untuk segera memulangkan jenazah ke Amerika Serikat dengan penghormatan militer.
Sementara itu, fokus operasi kini beralih sepenuhnya pada upaya pencarian satu tentara lainnya yang masih dinyatakan hilang.
Komando Afrika AS (AFRICOM) menyatakan bahwa misi pencarian ini melibatkan cakupan wilayah yang sangat luas, mencapai lebih dari 8.000 kilometer persegi di area laut dan pesisir pantai.
Skala operasi ini melibatkan sumber daya yang masif, termasuk lebih dari 10 unit pesawat pemantau, tim penyelam gua spesialis dari Maroko, serta penggunaan teknologi kendaraan bawah air tanpa awak (UUV).
Kerja sama lintas negara ini menunjukkan keseriusan dalam menuntaskan misi penyelamatan di medan yang cukup menantang.
Operasi African Lion 2026 sendiri merupakan salah satu latihan militer terbesar di benua Afrika yang melibatkan hampir 5.000 personel dari lebih dari 40 negara partisipan.
Latihan ini dirancang untuk meningkatkan koordinasi keamanan dan pertahanan antarnegara sekutu dalam menghadapi berbagai dinamika ancaman global.













