JurnalPatroliNews – ALJAZAIR – Sebuah video yang memperlihatkan personel Azawad Liberation Front (ALF) melakukan parade di wilayah selatan Aljazair menjadi sorotan publik internasional. Rekaman yang beredar luas di media sosial itu memunculkan berbagai spekulasi terkait dinamika keamanan dan politik di kawasan Sahel yang tengah dilanda ketidakstabilan.
Mengutip laporan La Revue d’Afrique yang terbit pada Selasa (2/6/2026), parade tersebut berlangsung di kawasan Bordj Badji Mokhtar, sebuah wilayah strategis di selatan Aljazair yang berbatasan langsung dengan Mali. Kawasan ini selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu titik sensitif dalam peta keamanan regional karena menjadi jalur perlintasan berbagai kelompok bersenjata dan komunitas lintas batas.
Dalam laporannya, media tersebut menilai kemunculan personel ALF di wilayah Aljazair dapat dipandang sebagai indikasi adanya ruang gerak yang diberikan kepada kelompok tersebut di kawasan perbatasan.
“Parade tentara ALF di Bordj Badji Mokhtar disiarkan melalui video yang beredar di media sosial, secara resmi mengonfirmasi kehadiran mereka di tanah Aljazair,” tulis La Revue d’Afrique.
Laporan itu juga mengaitkan kemunculan video tersebut dengan perkembangan hubungan politik dan keamanan di kawasan Afrika Utara dan Sahel, termasuk perubahan sikap Aljazair terhadap sejumlah isu regional yang menjadi perhatian internasional.
Sementara itu, berbagai unggahan di media sosial menempatkan parade tersebut dalam konteks meningkatnya instabilitas kawasan Sahel. Sejumlah pengamat menilai kemunculan video tersebut berpotensi memunculkan pertanyaan baru mengenai posisi Aljazair terhadap kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah perbatasan.
Bordj Badji Mokhtar sendiri merupakan daerah yang memiliki arti strategis karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Mali. Wilayah ini kerap menjadi perhatian aparat keamanan regional mengingat aktivitas kelompok bersenjata, penyelundupan lintas batas, serta mobilitas komunitas nomaden yang melintasi perbatasan negara-negara di kawasan tersebut.
Kemunculan video itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan hubungan antara Aljazair dan pemerintah Mali di Bamako setelah berakhirnya proses perdamaian yang sebelumnya dimediasi melalui Aljazair. Situasi tersebut membuat kondisi keamanan kawasan Sahel semakin kompleks.
Sejumlah analis menilai bahwa setiap perkembangan baru yang melibatkan kelompok bersenjata di wilayah perbatasan berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan keamanan, mulai dari konflik separatis, aktivitas kelompok ekstremis, hingga ketegangan antarnegara.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Aljazair terkait video yang beredar tersebut. Namun, kemunculannya telah memicu perhatian luas dan menjadi bahan diskusi di kalangan pengamat keamanan regional maupun komunitas internasional yang mengikuti perkembangan situasi di kawasan Sahel.














