Kriminal

Pelecehan Seksual Kembali Tercipta di Universitas Sam-Ratulangi Manado Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Beno
×

Pelecehan Seksual Kembali Tercipta di Universitas Sam-Ratulangi Manado Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Sebarkan artikel ini

JurnalPatroliNews – Manado – Pelecehan seksual di lingkup Universitas Sam-Ratulangi Manado kembali terjadi, pasalnya beberapa tahun kemarin kasus pelecehan dalam lingkup kampus Unsrat sempat mehebohkan warga Sulawesi-Utara. Saat ini kasus pelecehan kembali terjadi tepatnya di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

saat di jumpai wartawan JurnalPatrolinews.com menyampaikan bahwa pelaku berinisial SS merupakan dosen di Fakultas MIPA program Studi Sistem Informasi.

JPN - advertising column


Example 300x600
JPN - advertising column

Tindakan pelaku terhadap pelapor sudah terjadi sejak bulan Maret tahun 2023 karena tak tahan dengan sikap pelaku akhirnya korban memutuskan untuk membeberkan hal tersebut kehadapan Publik.

Korban dengan inisial SAW yang enggan namanya di sebut secara lengkap menambahkan bahwa hal tersebut sudah banyak terjadi di Mahasiswi MIPA khususnya Mahasiswa yang memiliki mata kuliah terhadap si pelaku. Bentuk ancaman yang di cipta pelaku terhadap para korban sangatlah beragam mulai dari Intimidasi nilai, Proposal/Skripsi bahkan pelaku tak segan-segan merebut HP milik korban guna menghapus pesan chat wa yang tak sempat ia tarik.

Pelaku tersinyalir juga melakukan tindakan serupa terhadap mahasiswa bimbingannya mulai dari melipatbaju, foto PAP, hingga meminta untuk nginep dikosan Mahasiswi tersebut. Jika hal demikian tidak dilakukan pelaku tidak segan-segan membentak korban hingga berbentuk ancaman nilai dll.

Bukti-bukti yang masih dikantongi oleh para korban adalah screenshoot chat via wa, terlebih para korban sudah hilang batas kesabaran sehingga tak enggan lagi untuk melapor kepihak yang berwenang.

Adapun upaya yang sudah ditempuh para korban melaporkan tindakan tak terpuji tersebut kepada pihak pimpinan Jurusan namun tidak mendapat respon sebagaimana yang diharapkan oleh para korban pasalnya tidak ada sanksi yang diberikan terhadap pelaku.

“Malahan para Mahasiswi dapa marah dari Pimpinan kampus dg dapa suruh minta maaf karna seolah dosen bersangkutan sering bantu mahasiswa”. Tutur SAW

Ketiadaan respon tersebut sehingga para korban berinisiatif melaporkan hal tersebut kepihak dekanat.

“Saat ini kami sudah melapor kepada Satgas TKPS Unsrat, laporan tersebut dibuat pada Selasa, 08/08/2023. Laporan tersebut sudah di proses semoga mencapai titik yang seadil-adilnya”. Tutup SAW

Penulis: AlvianEditor: Beno