384 Hotel di Tiga Zona Hijau Bali Siap Jadi Tempat Isolasi Terpusat

  • Whatsapp
Foto: Ilustrasi hotel

Jurnalpatrolinews – Denpasar – 384 Hotel di tiga zona hijau Bali siap jadi tempat karantina terpusat. Hotel itu akan jadi tempat isolasi bagi orang tanpa gejala dan gejala ringan (OTG-GR).

Sebanyak 384 hotel tersebut terdiri atas 240 hotel di wilayah green zone Ubud, Kabupaten Gianyar, 95 hotel di wilayah green zone The Nusa Dua, Kabupaten Badung, dan 49 hotel di wilayah green zone Sanur, Kota Denpasar.

BACA JUGA :

“Banyak sekali (hotel) yang sudah dikonfirmasi (untuk isolasi terpusat) dan lebih dari yang di-list juga sudah ada,” kata Wakil Ketua Bidang Budaya, Lingkungan dan Humas Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Bali I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya kepada wartawan.

Bahkan, kata dia, selain daftar 384 hotel tersebut, kini hotel non bintang juga sudah bisa dijadikan sebagai tempat isolasi terpusat. Asal hotel tersebut melakukan standar operasional prosedur (SOP) dan lolos saat di-assesmen.

Menurut Rai Suryawijaya, memang banyak hotel di Bali yang ingin menjadi tempat isolasi atau karantina bagi pasien COVID-19 OTG-GR. Hal itu dilakukan agar hotel tidak ‘menganggur’ di tengah sepinya kedatangan wisatawan.

“Ada puluhan sampai ratusan hotel yang siap untuk jadi hotel karantina, untuk hotel untuk isolasi mandiri, segala macem. Kita siap daripada hotelnya nganggur. Khususnya yang sudah tersertifikasi CHSE (sudah siap), mereka siap melakukan itu,” kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melarang pasien positifCOVID-19 melakukan isolasi mandiri (isoman). Pasien tanpa gejala dan gejala ringan diminta melakukan isolasi terpusat.

“Kebijakan ini merupakan hasil rapat Forkopimda Provinsi Bali. Dalam rapat tersebut disepakati untuk tidak mengizinkan isolasi mandiri di rumah, karena berisiko tinggi,” kata Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam keterangan, Jumat, (30/07).

“Satgas kabupaten/kota agar memfasilitasi/mendorong tersedianya tempat isolasi terpusat berjenjang tersebut,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali itu.

(TiR).-

Pos terkait