Akademisi Nilai Peran Pertamina Krusial dalam Tercapainya Target Produksi Minyak 2025

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kinerja PT Pertamina sepanjang 2025 menuai apresiasi dari kalangan akademisi. Pakar Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Prof. Imron Mawardi, menilai kontribusi Pertamina sangat menentukan keberhasilan Indonesia mencapai target lifting minyak nasional yang ditetapkan dalam APBN 2025 sebesar 605 ribu barel per hari.

Menurut Imron, dominasi Pertamina dalam produksi minyak domestik menjadi faktor utama di balik capaian tersebut. Mayoritas ladang minyak dengan produksi terbesar di Indonesia saat ini dikelola oleh anak usaha Pertamina.

Beberapa wilayah kerja dengan kontribusi signifikan antara lain Blok Cepu yang dikelola PT Pertamina EP Cepu bersama ExxonMobil, PT Pertamina Hulu Rokan, PT Pertamina EP, PT Pertamina Hulu Energi ONWJ, PT Pertamina Hulu Mahakam, serta PT Pertamina Hulu Energi OSES.

Ia menyebut peran tersebut sebagai capaian positif yang perlu terus diperkuat. “Kontribusi Pertamina sangat besar dalam membantu pemenuhan target APBN. Penguasaan produksi minyak nasional saat ini sudah berada di jalur yang tepat, dan ke depan harapannya Pertamina bisa mengambil peran lebih besar lagi di sektor hulu,” ujar Imron di Jakarta, Jumat, 16 Januari 2026.

Imron mendorong agar Pertamina tidak berhenti pada capaian saat ini. Peningkatan produktivitas sumur eksisting serta pengembangan eksplorasi lapangan baru dinilai penting untuk menjaga tren kenaikan lifting minyak.

Langkah tersebut, lanjutnya, akan berdampak langsung pada penguatan ketahanan energi nasional sekaligus menekan ketergantungan impor minyak mentah yang hingga kini masih berada di kisaran satu juta barel per hari.

“Jika produksi dalam negeri terus meningkat, impor minyak bisa dikurangi secara bertahap,” katanya.

Selain aspek energi, Imron menilai penguasaan produksi minyak oleh Pertamina juga memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Dampaknya tidak hanya melalui penerimaan negara seperti pajak, PNBP, dan dividen, tetapi juga melalui efek berganda ke berbagai sektor lainnya.

Industri migas, menurutnya, memiliki keterkaitan yang luas dengan sektor-sektor lain sehingga pergerakannya mampu mendorong aktivitas ekonomi secara menyeluruh.

Sementara itu, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto memastikan bahwa target lifting minyak nasional sebesar 605 ribu barel per hari telah resmi tercapai. Ia menegaskan capaian tersebut diraih melalui kerja keras dan berbagai terobosan di tengah dinamika serta tantangan industri hulu migas sepanjang tahun 2025.

“Target APBN akhirnya bisa kita capai. Dalam satu hingga dua hari terakhir, dengan berbagai upaya di tengah kondisi yang sangat menantang, angka 605 ribu barel per hari berhasil terealisasi,” ujar Djoko.