JurnalPatroliNews – Jakarta – Bangkai pesawat milik Bro Skydive Indonesia yang jatuh di area persawahan Kampung Ceplik, Desa Kertamulya, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, hingga Sabtu (22/11/2025) siang masih belum dievakuasi. Dua hari pascakecelakaan, badan pesawat yang tetap berada di lokasi menjadi tontonan warga yang berdatangan sejak pagi.
Lokasi jatuhnya pesawat dijaga ketat oleh petugas gabungan. Namun, evakuasi belum dapat dilakukan karena tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang dijadwalkan tiba pukul 08.00 WIB belum terlihat hingga siang hari. Kehadiran KNKT diperlukan untuk melakukan pemeriksaan awal sebelum bangkai pesawat dipindahkan.
Menurut petugas lapangan, proses evakuasi hanya bisa dimulai setelah seluruh tahapan investigasi awal oleh KNKT selesai.
Sambil menunggu, petugas memastikan area tetap steril dari kerumunan warga maupun aktivitas yang dapat mengganggu penyelidikan.
Antusiasme warga untuk melihat bangkai pesawat dari dekat justru semakin meningkat. Sejak pagi, puluhan warga melintasi jalan setapak di area persawahan. Banyak di antara mereka datang bersama keluarga.
“Saya datang dari jauh karena penasaran ingin melihat pesawat dari dekat. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujar Amad, warga sekitar.
Delapan anggota Linmas dan delapan personel polisi disiagakan untuk menjaga lokasi sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi. Mereka ditempatkan di beberapa titik untuk mengamankan akses masuk area persawahan.
“Kami bersama polisi menjaga agar lokasi tetap steril sampai KNKT selesai melakukan penyelidikan,” kata Wawan, anggota Linmas.
Hingga siang hari, belum ada kepastian waktu kapan evakuasi bangkai pesawat akan dilakukan. Seluruh pihak masih menunggu kedatangan KNKT untuk memastikan penyebab kejadian dan memulai proses pemindahan pesawat yang sejak kemarin belum dapat dilakukan.














