JurnalPatroliNews – Jakarta – Lumpur sisa banjir yang sempat melumpuhkan aktivitas warga di Kabupaten Aceh Tamiang kini diolah menjadi simbol harapan baru. Kapolda Aceh, Irjen Pol.
Marzuki Ali Basyah, secara langsung menyerahkan bantuan sebanyak 20.000 karung tanam serta 500 bungkus bibit pertanian kepada Polres Aceh Tamiang untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak pada Selasa, 13 Januari 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan ekonomi dan penguatan ketahanan pangan pascabencana. Hal yang unik dari bantuan ini adalah pemanfaatan lumpur bekas banjir yang telah dikeringkan dan diolah sebagai isi dari karung-karung tanam tersebut.
Pendekatan solutif ini mengubah sisa bencana yang sebelumnya menjadi beban masyarakat menjadi media tanam produktif yang siap digunakan.
Dalam keterangannya, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menyampaikan bahwa program ini membawa pesan optimisme. Ia menegaskan bahwa Polri ingin hadir mendampingi masyarakat tidak hanya saat evakuasi bencana, tetapi juga dalam proses membangun kembali kehidupan yang lebih baik.
Lumpur yang pernah membawa kesedihan kini bertransformasi menjadi sarana yang dapat menghasilkan bahan pangan bagi keluarga.
Kapolda berharap masyarakat dapat memanfaatkan bantuan karung tanam dan bibit ini secara optimal. Inisiatif ini diharapkan mampu menggerakkan kembali roda ekonomi skala rumah tangga di wilayah Aceh Tamiang.
Dengan dukungan bibit pertanian yang diberikan, warga didorong untuk kembali produktif dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar mereka.
Penyerahan bantuan ini sekaligus menjadi simbol gotong royong antara Polri dan masyarakat. Dari lumpur yang membawa duka, kini tumbuh benih masa depan.
Polri berkomitmen untuk terus menghadirkan langkah-langkah kemanusiaan yang berkelanjutan dan menyentuh langsung kebutuhan mendasar warga di seluruh wilayah Aceh.














