JurnalPatroliNews – Jakarta – Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengakibatkan bencana tanah longsor di Kampung Cigombong, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas.
Insiden yang terjadi pada Jumat (17/4) dini hari tersebut menyebabkan area pemakaman setempat tergerus hingga sejumlah jenazah muncul ke permukaan tanah.
Curah hujan ekstrem dilaporkan mulai mengguyur kawasan tersebut sejak Kamis sore kemarin. Selain merusak fasilitas pemakaman, material longsoran juga sempat menutup akses jalan utama desa dan mengancam keselamatan warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.
Dampak Kerusakan dan Evakuasi Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, mengonfirmasi bahwa terdapat dua makam yang terdampak secara langsung oleh pergeseran tanah tersebut.
Personel BPBD bersama relawan dan masyarakat setempat telah bergerak cepat untuk mengevakuasi jenazah yang terdampak guna dimakamkan kembali dengan layak.
Selain kerusakan pada area makam, empat kepala keluarga yang tinggal di zona rawan terpaksa diungsikan sementara waktu ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari potensi longsor susulan. BPBD memastikan bahwa kebutuhan logistik bagi para pengungsi tengah dalam penanganan.
Penanganan di Lokasi Kejadian Hingga Jumat pagi, petugas gabungan masih berupaya membersihkan material longsor yang menutupi akses jalan utama.
Asep Sudrajat menjelaskan bahwa Desa Batulawang menjadi salah satu wilayah dengan dampak yang cukup menonjol akibat fenomena cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir.
Pihak BPBD juga terus melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan longsor lainnya di sekitar Kecamatan Cipanas untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur yang lebih luas.
Imbauan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem Mengingat curah hujan yang diprediksi masih akan tinggi disertai angin kencang, BPBD Kabupaten Cianjur mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Perhatian khusus diberikan bagi warga yang bermukim di dekat tebing atau lereng perbukitan yang memiliki struktur tanah labil.
Masyarakat diminta segera melapor kepada aparat desa atau BPBD jika melihat tanda-tanda awal pergeseran tanah agar langkah antisipasi dini dapat segera dilakukan oleh pihak berwenang.














