JurnalPatroliNews – Jakarta – Jakarta Millennial Film Festival (JMFF) 2026 resmi dipersiapkan sebagai ajang pembinaan dan apresiasi bagi sineas muda di Indonesia.
Festival yang digagas oleh Jaya Center Foundation dengan dukungan Badan Perfilman Indonesia (BPI) ini menargetkan keterlibatan aktif komunitas film pendek dari seluruh wilayah Jawa hingga Bali.
Pendiri Jaya Center Foundation, Budi Mulyawan, menyatakan bahwa JMFF 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang kolaboratif untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional.
Menurut pria yang akrab disapa Cepi ini, kekuatan film nasional berakar pada gerakan komunitas yang konsisten di tingkat daerah. Oleh karena itu, festival ini dirancang untuk menjadi wadah pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Rangkaian kegiatan festival akan dimulai dengan program workshop di tujuh provinsi, meliputi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali, yang dijadwalkan berlangsung pada Maret hingga Juni 2026.
Puncak festival film pendek sendiri akan dilaksanakan mulai 20 Juni 2026 di Gedung Kesenian Jakarta, dan diakhiri dengan malam penganugerahan trofi bergilir Jaya Center Foundation pada 15 Agustus 2026 di Gedung Budaya Sabilulungan, Kabupaten Bandung.
Budi menekankan bahwa film pendek memiliki peran strategis sebagai fondasi lahirnya sineas besar. Melalui medium ini, sineas muda dapat memperkenalkan karya, membangun jejaring industri, serta meningkatkan kapasitas teknis.
Ia juga berharap adanya dukungan lintas sektor, mulai dari kementerian terkait seperti Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kebudayaan, hingga lembaga seperti BNN untuk mendorong produksi film bertema edukasi sosial dan gaya hidup sehat.
Lebih lanjut, Budi mengajak sektor swasta dan pemerintah daerah untuk aktif berkontribusi dalam hal pembiayaan, regulasi, dan penyediaan infrastruktur.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri, Jakarta Millennial Film Festival 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan perfilman nasional yang kreatif dan berdaya saing.














