JurnalPatroliNews | Jawa Tengah – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026) malam. Sebuah truk tronton diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman sebelum oleng dan menghantam tiga sepeda motor dari arah berlawanan.
Insiden tersebut berlangsung di depan Kantor BPBD Kota Salatiga, Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti. Tabrakan melibatkan truk Dyno Tronton bernomor polisi B 9072 SM dengan tiga sepeda motor, masing-masing Honda Beat H 6609 TI, Honda Genio H 4984 OL, dan Honda Beat T 4657 ZB.
Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Henry Sulistyanta menjelaskan, kecelakaan bermula ketika truk yang dikemudikan D (48), warga Kepuh, Lemah Sugih, Majalengka, melaju dari arah Cebongan menuju Blotongan.
Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan berat tersebut diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman. Kondisi itu membuat laju truk tidak terkendali hingga bergerak ke lajur kanan.
“Sesampainya di lokasi kejadian, diduga kendaraan mengalami gangguan pada sistem pengereman sehingga kendaraan oleng ke lajur sebelah kanan,” kata Henry dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).
Pada saat bersamaan, tiga sepeda motor melaju dari arah berlawanan. Truk yang kehilangan kendali kemudian menghantam ketiga kendaraan tersebut.
Benturan keras mengakibatkan empat orang menjadi korban. Satu orang meninggal dunia, satu mengalami luka berat, sementara dua lainnya mengalami luka ringan.
Korban meninggal dunia diketahui berinisial AY (30), pengendara Honda Beat H 6609 TI asal Banyubiru, Kabupaten Semarang. AY mengalami cedera kepala berat dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara pembonceng sepeda motor tersebut, RD, mengalami sejumlah cedera, termasuk memar pada bagian kepala dan patah tulang kaki kanan. RD kemudian mendapat perawatan di RSUD dr Soebarkat Tjitrodarmodjo Kota Salatiga.
Korban lainnya, LA (34), pengendara Honda Genio H 4984 OL asal Tuntang, Kabupaten Semarang, mengalami luka pada bagian kepala hingga kehilangan kesadaran dan harus mendapatkan penanganan medis.
Adapun pengendara Honda Beat T 4657 ZB tidak dilaporkan mengalami luka dalam kecelakaan tersebut.
Pengemudi truk juga menjadi korban. D mengalami luka sobek pada bagian mata dan wajah sehingga turut menjalani perawatan di RSUD Kota Salatiga.
Polisi hingga kini masih mendalami rangkaian kecelakaan tersebut. Unit Gakkum Satlantas Polres Salatiga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan, kondisi lokasi kejadian, serta keterangan para pihak untuk memastikan penyebab kecelakaan.
Henry mengingatkan pengemudi, terutama pengguna kendaraan berat, agar tidak mengabaikan kondisi teknis kendaraan sebelum beroperasi. Sistem pengereman menjadi salah satu komponen vital yang harus dipastikan berfungsi optimal.
“Apabila terdapat gangguan teknis, segera lakukan pemeriksaan dan jangan memaksakan kendaraan untuk tetap berjalan,” tegas Henry.
Kecelakaan ini kembali menjadi peringatan bahwa kondisi kendaraan berat tidak hanya menyangkut keselamatan pengemudi, tetapi juga pengguna jalan lain. Pemeriksaan teknis secara berkala dinilai penting untuk mencegah gangguan kendaraan berkembang menjadi kecelakaan fatal.















Komentar