JurnalPatroliNews – Jakarta – Tabir gelap di balik penemuan jasad seorang wanita yang tergeletak di kawasan Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, kini mulai tersingkap bersama rasa duka mendalam yang menyelimuti pihak keluarga
Korban yang diidentifikasi bernama Anggi Aulia Arsyad (26) dikenal sebagai figur tangguh yang menjadi tulang punggung serta kebanggaan bagi lingkaran orang-orang terdekatnya
Di mata jajaran keluarga besar, mendiang Anggi merupakan sosok perempuan pekerja keras yang memiliki kepribadian sangat santun, penurut, serta penuh tanggung jawab
Paman sekaligus orang tua asuh korban, Samsudin (52), menuturkan kisah pilu bahwasanya Anggi sudah menyandang status yatim piatu sejak dirinya masih berusia belia
Pasca-berpulangnya kedua orang tahu kandung almarhumah, Samsudin langsung membawa Anggi dari tanah Makassar untuk dibesarkan serta disekolahkan di wilayah Bogor
Berkat didikan yang disiplin, Anggi tumbuh menjadi wanita yang luar biasa mandiri, di mana ia nekat mengambil langkah bekerja selepas lulus SMA demi membiayai kuliah sarjananya secara swadaya
Setelah sukses mengantongi gelar sarjana dan mapan bekerja di sebuah kantor hukum di Depok, korban juga dikenal royal dalam membantu pemenuhan kebutuhan hidup adik-adiknya
Meluruskan desas-desus yang beredar liar di tengah publik, Samsudin secara tegas menyatakan bahwa pelaku pembunuhan keji tersebut sama sekali bukan merupakan kekasih atau pacar dari korban
Narasi tersebut dipatahkan lantaran pelaku diketahui hanya berstatus sebagai teman sekolah lama yang kebetulan baru menjalin komunikasi kembali dalam hitungan beberapa minggu terakhir
Sebelum insiden maut terjadi, Anggi sempat pamit secara baik-baik kepada orang rumah untuk pergi ngopi bersama temannya tersebut sepulang dari rutinitas kantornya sekitar pukul delapan malam
Dugaan Motif Perampokan Berencana dan Tuntutan Hukuman Mati
Pihak keluarga meyakini ada indikasi kuat bahwa motif utama dari pembunuhan ini murni merupakan aksi kriminalitas berupa perampasan harta benda milik korban
Samsudin menduga pelaku dilingkupi rasa iri melihat dinamika keberhasilan ekonomi korban yang belakangan ini kerap dibagikan melalui unggahan status di media sosial
Sifat pelaku disinyalir berubah menjadi gelap mata karena menilai korban memiliki banyak finansial yang bisa dimanfaatkan secara paksa hingga memicu niat jahat untuk menghabisi nyawa
Atas pengungkapan kasus ini, pihak keluarga menyampaikan apresiasi tertinggi bagi jajaran Satreskrim Polresta Bogor Kota yang dinilai sangat responsif dalam melacak identitas korban melalui sidik jari
Namun demikian, rasa keadilan keluarga tetap menuntut agar aparat penegak hukum menjatuhkan sanksi pidana maksimal kepada diri pelaku
Samsudin berharap hakim bersedia menjatuhkan hukuman mati atau kurungan seumur hidup karena tindakan pelaku dinilai sudah terencana dengan matang serta melampaui batas kemanusiaan











