JurnalPatroliNews – Jakarta – Tim SAR gabungan berhasil menemukan Ismi Najiba, balita berusia 5 tahun yang terseret arus di tengah bencana banjir dan longsor di Kabupaten Kudus, dalam kondisi meninggal dunia.
Dengan penemuan ini, total korban jiwa dalam rangkaian bencana alam di wilayah tersebut mencapai tiga orang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Semarang, Budiono, menjelaskan bahwa korban sebelumnya dilaporkan hanyut pada Minggu, 11 Januari 2026 sekitar pukul 17.30 WIB.
Peristiwa terjadi saat korban sedang bermain sepeda di sekitar aliran Sungai Perak, Desa Karangbener, Kecamatan Bae. Kondisi jalan yang licin akibat hujan deras membuat sepeda korban tergelincir, sehingga korban jatuh ke sungai dan terbawa arus yang sangat kuat.
Satu tim SAR dari Pos Basarnas Jepara dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian intensif. Jasad korban akhirnya ditemukan pada Senin siang pukul 11.45 WIB, sekitar 700 meter ke arah selatan dari titik awal kejadian.
Jasad Ismi ditemukan tertutup material lumpur serta ranting pohon yang terbawa arus sungai. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Selain Ismi, tercatat dua warga lain meninggal dunia akibat cuaca ekstrem di Kudus. Korban kedua adalah AW (26), warga Desa Bacin, Kecamatan Bae, yang hanyut terseret banjir saat sedang mandi di sungai.
Sementara itu, korban ketiga adalah Sriyatun, warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog, yang mengembuskan napas terakhir pada Minggu setelah warung miliknya tertimpa material tanah longsor.
Dengan ditemukannya seluruh korban yang dilaporkan hilang, operasi SAR di wilayah tersebut resmi ditutup.
Seluruh personel yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah Jawa Tengah.














