DPR Dukung Perombakan Besar Polri, Sahroni Tekankan Pelayanan kepada Masyarakat

JurnalPatroliNews | Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyambut positif langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merotasi ratusan perwira di lingkungan Polri. Menurut Sahroni, pergantian jabatan merupakan bagian dari penyegaran organisasi yang perlu diikuti pengawasan internal agar kinerja kepolisian semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Sahroni di tengah kebijakan mutasi terhadap 199 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri. Rotasi terbaru itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026.

“Rotasi ala kepemimpinan Jenderal Suyudi sangat-sangat baik,” kata Sahroni kepada wartawan, Senin (12/10/2026).

Ia menilai penyegaran personel dari tingkat pimpinan hingga jajaran kewilayahan diperlukan untuk mendukung peningkatan kinerja institusi. Namun, pergantian pejabat tidak boleh hanya menjadi perubahan struktural, melainkan harus berdampak terhadap kualitas pelayanan dan penanganan persoalan masyarakat.

Pengawasan Internal Jangan Menunggu Kasus Viral

Sahroni mengingatkan pentingnya pengawasan internal Polri agar setiap anggota menjalankan tugas sesuai tanggung jawab dan standar profesionalisme. Ia berharap jajaran kepolisian lebih peka terhadap laporan serta persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, semangat Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sebatas slogan. Pengawasan juga diperlukan agar persoalan yang membutuhkan penanganan kepolisian dapat segera ditindaklanjuti tanpa harus terlebih dahulu menjadi perhatian luas di media sosial.

“Bentuk kerja-kerja yang berslogan Polisi bersama masyarakat. Tapi tetap pengawasan harus tetap dilakukan oleh internal agar tetap melakukan kerja-kerja yang tidak boleh viral dulu baru dapat perhatian,” ujar Sahroni.

Ia turut menyampaikan dukungan terhadap kepemimpinan Kapolri dalam melakukan pembenahan organisasi.

“Bravo Pak Jenderal Suyudi,” sambungnya.

Ketika ditanya apakah rotasi tersebut diharapkan dapat memperkuat penerapan semangat Polisi Bersama Masyarakat, Sahroni menjawab singkat, “Sangat betul.”

Mutasi 199 Personel, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Sebelumnya, Polri mengumumkan mutasi terhadap 199 personel yang terdiri dari Pati dan Pamen. Kebijakan tersebut mencakup sejumlah jabatan penting di tingkat Markas Besar Polri hingga kepolisian daerah.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier untuk memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian.

Penempatan personel, menurut Johnny, mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, serta integritas. Prinsip meritokrasi menjadi salah satu dasar agar pejabat yang menerima amanah mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

Dalam rotasi terbaru itu, sejumlah jabatan strategis mengalami perubahan, termasuk Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Wakabaintelkam) Polri, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, serta tiga kepala kepolisian daerah.

Wakabaintelkam hingga Kakorlantas Polri Berganti

Pada tingkat Mabes Polri, Irjen Pol. Wawan Muliawan bergeser dari jabatan Wakabaintelkam menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Gadikwa Lemdiklat Polri. Jabatan Wakabaintelkam selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol. Anom Setyadji.

Sementara itu, posisi Kakorlantas Polri yang sebelumnya dijabat Irjen Pol. Wibowo kini diemban Brigjen Pol. Aries Syahbudin.

Pergantian sejumlah jabatan tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi kepolisian untuk menyesuaikan kebutuhan pelaksanaan tugas, termasuk pengelolaan keamanan, pelayanan publik, dan fungsi operasional di berbagai wilayah.

Tiga Jabatan Kapolda Ikut Berubah

Rotasi juga menyentuh pimpinan kepolisian daerah. Irjen Pol. Agus Wijayanto ditunjuk sebagai Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, menggantikan Irjen Pol. Viktor Theodorus Sihombing.

Jabatan Kapolda Kalimantan Utara yang sebelumnya dipegang Agus Wijayanto selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik.

Adapun posisi Kapolda Lampung diberikan kepada Brigjen Pol. Yustan Alpiani untuk menggantikan Irjen Pol. Helfi Assegaf.

Pergantian pimpinan di tingkat daerah tersebut diharapkan mendukung kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian, termasuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga.

Mutasi Harus Berdampak pada Pelayanan Publik

Dukungan Sahroni terhadap penyegaran organisasi Polri disertai harapan agar perubahan kepemimpinan menghasilkan perbaikan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Rotasi jabatan dinilai penting sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyesuaian kebutuhan organisasi. Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada integritas personel, efektivitas pengawasan internal, serta keseriusan aparat dalam merespons laporan masyarakat.

Pesan utama yang disampaikan Sahroni adalah perlunya membangun kepolisian yang lebih terbuka terhadap pengawasan dan tanggap terhadap persoalan warga. Penanganan masalah tidak semestinya baru bergerak setelah sebuah peristiwa menjadi viral.

Dengan demikian, mutasi 199 perwira Polri tidak hanya menjadi agenda pergantian personel, tetapi juga momentum untuk memperkuat profesionalisme dan mewujudkan semangat Polisi Bersama Masyarakat melalui pelayanan yang nyata.

Komentar