JurnalPatroliNews – Jakarta – Proses evakuasi korban kecelakaan maut yang melibatkan dua rangkaian kereta cepat di Adamuz, Andalusia, Spanyol, masih terus berlangsung dalam suasana dramatis.
Memasuki hari Senin, 19 Januari 2026, tim penyelamat melaporkan masih ada sejumlah penumpang yang terjebak di dalam gerbong yang mengalami kerusakan parah.
Kepala Pemadam Kebakaran Cordoba, Paco Carmona, menjelaskan bahwa fokus utama petugas saat ini adalah mengeluarkan korban dari ruang-ruang sempit di dalam reruntuhan badan kereta.
Operasi ini membutuhkan kehati-hatian tinggi dan peralatan berat guna memotong material logam yang hancur akibat benturan keras.
Insiden ini terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 19.45 waktu setempat. Kereta cepat Iryo rute Malaga–Madrid dilaporkan keluar jalur hanya 10 menit setelah berangkat dari Cordoba.
Rangkaian tersebut kemudian menabrak kereta Renfe tujuan Madrid–Huelva yang berada di jalur sebelah, hingga mengakibatkan kereta Renfe terjun ke lereng tanggul rel.
Otoritas setempat mengonfirmasi sedikitnya 21 orang meninggal dunia dalam tragedi ini, sementara 75 lainnya dilarikan ke rumah sakit. Dari total korban luka, 15 orang dilaporkan berada dalam kondisi serius.
Kepala Pemerintahan Daerah Andalusia, Juanma Moreno, memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa kemungkinan besar masih akan bertambah seiring dengan ditemukannya titik-titik baru di area evakuasi.
Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, menyebutkan bahwa mayoritas korban berada di dua gerbong depan kereta Renfe. Ia juga menyatakan keheranan atas penyebab kecelakaan tersebut, mengingat insiden terjadi di lintasan lurus yang baru saja menjalani pembaruan pada Mei lalu.
Saat ini, tim investigasi tengah bekerja keras untuk mengungkap penyebab pasti di balik kejadian yang digambarkan sebagai pemandangan mengerikan oleh warga setempat.
Akibat kecelakaan ini, seluruh layanan kereta yang menghubungkan Madrid dengan wilayah Andalusia dihentikan sementara waktu.
Para penumpang yang selamat menggambarkan momen mencekam di mana mereka harus memecahkan kaca jendela menggunakan palu darurat untuk menyelamatkan diri dari dalam gerbong yang gelap dan ringsek.














