JurnalPatroliNews – Jakarta – Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil mengevakuasi dua jenazah warga sipil yang menjadi korban penembakan di kawasan Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Operasi kemanusiaan tersebut dilaksanakan di tengah situasi keamanan yang masih rawan akibat keberadaan kelompok bersenjata di sekitar lokasi.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa proses evakuasi menghadapi berbagai tantangan, mulai dari medan yang sulit hingga potensi gangguan keamanan selama tim bergerak menuju lokasi penemuan korban.
Menurut Wirya, sebelum proses evakuasi dilakukan, personel TNI mendeteksi keberadaan kelompok bersenjata di sekitar area kejadian sehingga sempat terjadi kontak tembak singkat.
“Pada saat tim evakuasi bergerak menuju lokasi jenazah, keberadaan kelompok bersenjata sempat terdeteksi sehingga terjadi kontak tembak singkat di sekitar lokasi kejadian,” ujar Wirya dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7).
Setelah situasi dinyatakan aman, personel Koops TNI Habema melanjutkan operasi dan berhasil mengevakuasi dua jenazah warga sipil ke RSUD Dekai untuk menjalani proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Sementara itu, satu korban lainnya, seorang perempuan dari Suku Unaukam, hingga kini masih dalam pencarian oleh tim gabungan yang terus menyisir lokasi kejadian.
Dalam operasi tersebut, Koops TNI Habema juga melaporkan bahwa berdasarkan laporan lapangan, satu orang yang diduga anggota kelompok bersenjata dilaporkan meninggal dunia dalam kontak tembak tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, informasi tersebut masih bersumber dari keterangan resmi aparat dan belum terdapat konfirmasi dari pihak lain.
Wirya menegaskan seluruh personel TNI yang terlibat dalam operasi evakuasi kembali dengan selamat tanpa mengalami korban.
Ia menambahkan bahwa operasi evakuasi merupakan bagian dari komitmen Koops TNI Habema untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil, terutama di wilayah yang masih menghadapi gangguan keamanan.
“Setiap nyawa masyarakat Papua sangat berharga. Perlindungan terhadap warga akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegasnya.
Koops TNI Habema memastikan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan akan terus dilanjutkan bersama unsur terkait. Aparat juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu perkembangan resmi dari proses penyelidikan dan operasi di lapangan.














Komentar