JurnalPatroliNews – Jakarta – Petugas keamanan di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, melakukan pembongkaran paksa terhadap koper milik salah satu jemaah haji Indonesia.
Tindakan ini diambil setelah mesin pemindai x-ray mendeteksi adanya benda mencurigakan di dalam koper tersebut pada Senin (11/5).
Setelah dilakukan pemeriksaan secara manual, benda yang memicu kecurigaan petugas tersebut ternyata merupakan tempe orek. Jumlahnya tergolong fantastis, yakni diperkirakan mencapai 5 kilogram dalam satu kemasan.
Tim bagasi Bandara Jeddah dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muhammad Riza Fahlevi, menjelaskan bahwa pihaknya segera memberikan klarifikasi kepada otoritas bandara.
Setelah dipastikan bahwa isi paket tersebut adalah makanan, petugas akhirnya mengizinkan jemaah asal Embarkasi Palembang itu membawa kembali koper dan isinya.
Selain kasus tempe orek, Riza mengungkapkan insiden serupa terjadi pada koper jemaah lain yang membawa minyak zaitun.
Kecurigaan petugas x-ray muncul karena botol minyak tersebut dikemas berlapis-lapis menggunakan lakban, sehingga terlihat asing dalam pantauan mesin pemindai.
Terkait rentetan kejadian ini, PPIH mengimbau para jemaah haji untuk tidak membawa barang bawaan, terutama makanan, dalam jumlah yang berlebihan.
Jemaah juga diingatkan agar tidak membungkus paket dengan lilitan lakban yang tebal karena berpotensi dianggap sebagai barang berbahaya.
“Proses pembongkaran koper seperti ini dapat menghambat alur distribusi koper jemaah lainnya dari bandara menuju hotel,” tegas Riza.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, menambahkan bahwa terdapat perbedaan teknis penanganan bagasi antara Bandara Madinah dan Jeddah.
Di Jeddah, tidak terdapat gedung khusus kargo bagasi jemaah, sehingga penanganan koper memerlukan petugas penghubung tambahan untuk memastikan barang sampai di titik drop dengan aman sebelum diangkut menggunakan truk kontainer menuju Makkah.











