JurnalPatroliNews – Jakarta – Masyarakat di Kecamatan Gerem, Kota Cilegon, dikejutkan oleh kemunculan asap tebal berwarna kuning kecokelatan yang membubung dari area pabrik kimia PT Vopak Terminal Merak pada Sabtu (31/1/2026).
Insiden yang berlangsung selama kurang lebih tiga puluh menit tersebut memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga sekitar karena disertai aroma kimia yang sangat menyengat. Berdasarkan kesaksian warga di lokasi, bau tajam tersebut muncul sesaat sebelum kepulan asap terlihat keluar dari salah satu bagian infrastruktur pabrik.
Dampak kesehatan dari paparan asap misterius tersebut dilaporkan cukup signifikan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ratih Purnamasari, mengonfirmasi bahwa sebanyak 46 warga terpaksa dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Para korban mengeluhkan gejala serupa, yakni pusing, mual, hingga sesak napas akut setelah menghirup udara yang tercemar.
Beruntung, setelah mendapatkan penanganan intensif, seluruh korban dinyatakan dalam kondisi stabil dan telah diizinkan kembali ke rumah masing-masing.
Pihak manajemen PT Vopak Terminal Merak memberikan klarifikasi bahwa tidak terjadi kebocoran pada pipa gas di area operasional mereka.
Perusahaan mengeklaim bahwa seluruh kegiatan produksi tetap berjalan normal dan tim tanggap darurat telah mengambil tindakan cepat begitu insiden terjadi.
Meskipun belum menjelaskan secara terperinci penyebab pasti munculnya asap berwarna kuning tersebut, pihak perusahaan memastikan bahwa tidak ada pelanggaran prosedur standar operasional (SOP) dan berkomitmen agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon bergerak cepat dengan memasang empat unit alat pemantau kualitas udara di area sekitar pabrik.
Langkah ini diambil untuk memastikan tingkat cemaran serta potensi dampak jangka panjang bagi keselamatan publik.
Hasil dari pemantauan tersebut nantinya akan menjadi landasan bagi pemerintah daerah untuk menentukan langkah hukum maupun teknis selanjutnya terhadap operasional pabrik kimia yang berada di kawasan industri Merak tersebut.














