JurnalPatroliNews – Jakarta – Insiden kecelakaan maut terjadi di depan SDN Sukaratu 5, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, pada Kamis (30/4) pagi. Sebuah mobil Toyota Innova hitam dengan nomor polisi A 1633 BF menabrak kerumunan siswa yang sedang beraktivitas di pinggir jalan saat jam istirahat sekolah sekitar pukul 09.30 WIB.
Kendaraan tersebut diketahui dikemudikan oleh Ahmad Mursidi, yang menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang.
Akibat kejadian ini, sebanyak sembilan orang menjadi korban, yang terdiri dari tujuh siswa sekolah dasar, satu orang pedagang, dan satu orang petugas penjualan (sales).
Berdasarkan data dari pihak sekolah dan kepolisian, satu orang siswa dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara itu, enam siswa lainnya mengalami luka-luka, seorang pedagang dalam kondisi kritis, dan seorang sales mengalami luka ringan. Para korban segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Salah seorang guru SDN Sukaratu 5, Rika, memberikan kesaksian bahwa mobil tersebut melaju kencang dari arah jalan raya dan langsung menghantam area tempat anak-anak berkumpul untuk jajan.
Ia juga menyebutkan bahwa saat dievakuasi, pengemudi mobil diduga dalam kondisi kesehatan yang tidak stabil karena masih terdapat peralatan medis berupa selang oksigen yang terpasang pada tubuhnya.
Kasatlantas Polres Pandeglang, AKP Surya Muhammad, menjelaskan bahwa kronologi bermula saat kendaraan melaju dari arah Perempatan Cikole menuju Pertigaan Cipacung. Setibanya di lokasi kejadian, mobil tiba-tiba kehilangan kendali dan oleng ke arah kanan hingga menabrak kerumunan siswa serta pagar sekolah.
Pihak kepolisian saat ini telah mengamankan pengemudi untuk dimintai keterangan lebih lanjut oleh penyidik Satlantas Polres Pandeglang.
Polisi tengah mendalami apakah faktor kondisi kesehatan pengemudi menjadi penyebab utama terjadinya kegagalan dalam mengendalikan kendaraan di jalur padat aktivitas tersebut.
Polres Pandeglang menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang merenggut nyawa salah satu pelajar tersebut.
Pihak kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang selama proses penyelidikan berlangsung.














