JurnalPatroliNews | Jakarta — Harga emas dunia kembali menunjukkan penguatan tajam setelah sempat berada di titik terendah dalam hampir enam pekan.
Pada perdagangan Kamis waktu setempat atau Jumat pagi (18/9/2026) WIB, harga emas spot melonjak sekitar 2,3 persen menjadi US$4.360,36 per troy ounce. Sementara emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak Desember ditutup menguat 0,3 persen ke level US$4.399,70 per troy ounce.
Penguatan tersebut terjadi ketika sejumlah indikator pasar bergerak mendukung logam mulia. Pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil US Treasury menjadi faktor yang kembali diperhatikan investor.
Di sisi lain, harga minyak dunia justru melanjutkan penurunan untuk hari kedua berturut-turut. Kondisi tersebut turut mencerminkan meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan.
Dolar AS Melemah, Emas Kembali Dilirik
Salah satu katalis yang menjadi perhatian pasar adalah pergerakan dolar AS.
Indeks dolar tercatat turun dari level tertingginya dalam sekitar tujuh pekan. Pelemahan mata uang AS secara umum membuat komoditas yang dihargai dalam dolar menjadi relatif lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.
Situasi tersebut memberikan ruang bagi emas untuk kembali menarik minat pembeli.
Selain dolar, penurunan yield US Treasury 10 tahun turut menjadi faktor pendukung.
Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil berkala. Karena itu, ketika imbal hasil surat utang pemerintah AS meningkat, biaya peluang memegang emas cenderung lebih tinggi. Sebaliknya, penurunan yield dapat mengurangi tekanan tersebut.
Pasar Masih Membaca Arah The Fed
Pergerakan emas terjadi di tengah perhatian investor terhadap kebijakan moneter Federal Reserve.
Kenaikan suku bunga biasanya menjadi tekanan bagi emas karena instrumen berbunga menjadi relatif lebih menarik. Namun, respons pasar kali ini turut dipengaruhi oleh kombinasi pergerakan dolar, yield obligasi, dan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed berikutnya.
Data CME FedWatch Tool menunjukkan pelaku pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga lanjutan pada pertemuan Oktober berada di sekitar 51 persen, meningkat dari sekitar 44 persen pada hari sebelumnya.
Perubahan ekspektasi tersebut menunjukkan pasar masih terus menyesuaikan posisi terhadap sinyal kebijakan bank sentral AS.
Minyak Turun, Tekanan Pasokan Mereda
Sementara itu, harga minyak dunia melanjutkan koreksi.
Harga minyak turun untuk sesi kedua berturut-turut dan berada di level terendah dalam sepekan. Pergerakan tersebut terjadi seiring berkurangnya kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan.
Perubahan harga energi menjadi salah satu faktor yang terus dipantau pasar karena dapat memengaruhi ekspektasi inflasi dan kebijakan moneter.
Dengan demikian, pergerakan emas pada perdagangan terakhir tidak berdiri sendiri, melainkan berlangsung bersamaan dengan perubahan pada dolar AS, yield obligasi, minyak, serta ekspektasi suku bunga.
Bank Sentral Global Ikut Jadi Perhatian
Dinamika bank sentral di luar Amerika Serikat juga menjadi bagian dari perhatian investor.
Bank of England (BoE) mempertahankan tingkat suku bunganya pada Kamis.
Sementara itu, Bank of Japan (BoJ) menjadi perhatian pasar menjelang keputusan kebijakan moneternya. Investor mencermati kemungkinan perubahan biaya pinjaman Jepang dan arah kebijakan moneter negara tersebut.
Perbedaan arah kebijakan antarbank sentral dapat memengaruhi pergerakan mata uang, obligasi, dan aset komoditas, termasuk emas.
Perak dan Platinum Ikut Menguat
Penguatan tidak hanya terjadi pada emas.
Harga perak spot melonjak sekitar 4,2 persen menjadi US$65,60 per troy ounce.
Platinum juga menguat 1,8 persen ke posisi US$1.783,69 per troy ounce. Sementara palladium naik 1,6 persen menjadi US$1.289,45 per troy ounce.
Pergerakan serempak sejumlah logam mulia tersebut menunjukkan penguatan pada sektor precious metals dalam perdagangan terakhir.
Namun, investor tetap perlu mencermati perkembangan dolar AS, yield obligasi pemerintah, harga energi, serta sinyal kebijakan bank sentral karena faktor-faktor tersebut dapat kembali mengubah arah pasar dalam waktu singkat.















Komentar