Instruksi Cepat Prabowo Usai Blusukan Senen: Bangun Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat merespons kondisi pemukiman kumuh di ibu kota. Usai melakukan blusukan mendadak ke Warga Bantaran Rel kawasan Senen, Jakarta Pusat, Presiden langsung memimpin rapat terbatas untuk membahas pembangunan hunian layak bagi warga terdampak pada Jumat (27/3).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden telah memberikan instruksi langsung kepada jajaran kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Perumnas, hingga PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Bapak Presiden ingin agar warga tersebut dapat dibuatkan tempat tinggal dan MCK yang layak untuk ditempati sesegera mungkin,” ujar Teddy melalui keterangan resmi, Jumat.

Pembangunan hunian baru ini dipastikan tetap berada di lokasi yang tidak jauh dari kawasan asal warga agar tidak memutus akses ekonomi mereka. Menurut Teddy, tim teknis sudah mulai bergerak di lapangan hari ini juga untuk menyiapkan proses konstruksi.

Aksi Penyamaran Spontan Langkah taktis ini diambil setelah Prabowo melakukan kunjungan mendadak pada Kamis (26/3) sore.

Menariknya, Presiden sedianya berencana untuk menyamar sebagai warga biasa demi melihat kondisi riil di lapangan tanpa protokoler ketat.

“Spontan, dadakan, dan mau nyamar rencananya. Pakai mobil biasa, pakai topi, dan sedikit sekali Paspampres. Ternyata warga tetap kaget dan sangat antusias menyambut beliau,” jelas Teddy.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menyusuri gang-gang sempit dan mendengarkan keluhan warga yang telah menetap di hunian tak layak selama puluhan tahun.

Rapat tindak lanjut ini pun dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, di antaranya Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri PU Dody Hanggodo, Dirut Perumnas Budi Saddewa Soediro, dan Dirut KAI Bobby Rasyidin.

Program ini menjadi bagian dari visi besar pemerintah dalam menata kawasan padat penduduk dan menyediakan sanitasi serta hunian yang memenuhi standar kesehatan bagi masyarakat ekonomi lemah.