Instruksi Megawati: Berikan Penghormatan Terbaik dan Jamin Pendidikan Anak Almarhum

JurnalPatroliNews – Jakarta – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Praka Farizal Romadhon, prajurit TNI Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tewas akibat serangan di Lebanon, Minggu (29/3/2026).

Melalui surat edaran resmi partai, Megawati mengajak seluruh kekuatan politik nasional untuk bersatu dalam menuntut keadilan bagi para penjaga perdamaian.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah menegaskan bahwa almarhum adalah perwujudan nyata dari amanat Pembukaan UUD 1945 dalam ikut melaksanakan ketertiban dunia.

“Ibu Megawati Soekarnoputri telah memberikan instruksi kepada seluruh jajaran PDI Perjuangan untuk memberikan penghormatan terbaik kepada almarhum,” tulis pernyataan tersebut, Senin (30/3).

Dukungan Nyata bagi Keluarga Korban Sebagai bentuk penghormatan, PDIP mengusulkan kepada negara agar almarhum diberikan kenaikan pangkat anumerta serta jaminan hari tua.

Secara internal, keluarga besar PDIP berkomitmen melakukan gotong royong untuk membantu keluarga Praka Farizal, termasuk pemberian santunan rumah dan beasiswa pendidikan bagi putranya yang baru berusia 2 tahun.

Sikap Tegas Diplomatik Dalam pernyataan sikapnya, PDIP mengutuk keras serangan terhadap personel PBB yang merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi DK PBB 1701.

PDIP mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil peran kepemimpinan di antara negara pengirim pasukan (Troop Contributing Countries) guna memperkuat perlindungan personel.

“Serangan terhadap penjaga perdamaian adalah pelanggaran hukum humaniter internasional. Kami mendukung penuh upaya UNIFIL dalam membuka investigasi independen yang transparan,” tegas PDIP.

Hingga saat ini, Indonesia masih memiliki lebih dari 1.200 prajurit yang bertugas di Lebanon. PDIP menekankan pentingnya kesatuan politik dalam negeri untuk memastikan keselamatan mereka di tengah eskalasi konflik yang meningkat antara Israel dan Hizbullah.