JNE Peduli Salurkan Lebih dari 500 Ton Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh–Sumatera

Program JNE Peduli juga melibatkan kolaborasi besar dengan organisasi-organisasi kemanusiaan. Bantuan yang terkumpul sudah disalurkan melalui Rumah Zakat Indonesia, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Daarut Tauhiid Peduli, Yatim Mandiri, DT Peduli Aceh, dan berbagai jaringan relawan di Sumut serta Sumbar.

CEO Rumah Zakat Indonesia, Irvan Nugraha, menyampaikan apresiasi atas peran JNE.
“Menyalurkan bantuan dalam volume besar bukan perkara mudah. Komitmen JNE sangat membantu penanganan pada hari-hari pertama ketika warga paling membutuhkan,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua Umum BSMI, Muhammad Djauli Ambarí, menilai kerja sama dengan JNE mempercepat distribusi bantuan secara signifikan.
“Salah satu hambatan terbesar dalam respon bencana adalah akses distribusi. Kerja sama ini membuat bantuan bisa tiba di wilayah yang sebelumnya terisolasi,” ujarnya.

Bantuan yang dikirim sangat beragam, di antaranya:

  • Makanan siap konsumsi
  • Selimut dan pakaian layak pakai
  • Obat-obatan dan vitamin
  • Hygiene kit dan kebutuhan bayi
  • Lampu darurat
  • Peralatan dapur umum
  • Air mineral, perlengkapan evakuasi, hingga tenda dan sarana sanitasi

Bantuan tersebut dikemas dari berbagai ukuran, mulai dari kardus kecil hingga kontainer besar berisi ribuan paket.

Dari Aceh Besar, seorang warga melalui relawan menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang datang.
“Rumah kami terendam, anak-anak kedinginan dan kekurangan makanan. Bantuan dari JNE dan para donatur sangat berarti. Semoga dibalas kebaikannya,” ungkapnya.

Proses distribusi tidak selalu mudah. Banyak jalur di Pidie Jaya dan Nagan Raya terputus total, memaksa relawan dan tim JNE mengalihkan distribusi melalui jalur laut dan udara. Bantuan juga dipindahkan ke kendaraan kecil, bahkan perahu penyelamat, untuk mencapai desa-desa terisolasi.

Koordinator Relawan DT Peduli Sumbar, Ridwan Fadli, menggambarkan medan yang sangat sulit ditembus.
“Beberapa lokasi hanya bisa dijangkau dengan motor trail atau rakit darurat. Kehadiran JNE mempermudah kami karena bantuan datang tepat waktu dan dalam jumlah besar,” tegasnya.

Aksi kemanusiaan ini melanjutkan rekam jejak panjang JNE dalam berbagai bencana nasional, seperti Gempa Lombok 2018, Erupsi Semeru 2021, dan Gempa Cianjur 2022—seluruhnya melalui layanan gratis pengiriman bantuan.

Di tengah duka akibat bencana, setiap paket yang sampai ke tangan warga menjadi bukti bahwa mereka tidak ditinggalkan. Di balik ratusan ton logistik itu, ada ribuan hati yang bergerak bersama.