Kabar Gembira dari TNGGP: Sepasang Macan Tutul Jawa Langka Terekam Kamera di Bodogol

JurnalPatroliNews – Jakarta – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) melaporkan temuan penting terkait keberadaan satwa liar endemik Pulau Jawa.

Dua ekor macan tutul jawa (Panthera pardus melas) berhasil terekam kamera jebak saat sedang beraktivitas di sekitar Resor PTN Bodogol, Bidang PTN Wilayah III Bogor.

Temuan ini menjadi catatan krusial bagi upaya pemantauan satwa dilindungi yang kini berstatus terancam punah (endangered) tersebut.

Dalam rekaman tersebut, terlihat dua varian warna yang berbeda: satu individu memiliki bulu berwarna kuning oranye dengan pola tutul yang khas, sementara satu individu lainnya memiliki warna bulu gelap yang sangat pekat.

Pihak TNGGP menjelaskan bahwa individu berwarna gelap, yang secara awam sering disebut sebagai macan kumbang, sebenarnya bukanlah spesies yang berbeda dari macan tutul jawa.

Kondisi fisik tersebut merupakan hasil dari melanisme, yakni sebuah fenomena genetik yang menyebabkan peningkatan pigmen gelap pada bulu satwa.

Meskipun tampak hitam secara keseluruhan, pola tutul pada macan kumbang sebenarnya tidak hilang. Pola tersebut hanya tertutup oleh pigmen gelap dan biasanya tetap dapat terlihat secara samar apabila terpapar cahaya matahari langsung atau dalam kondisi pencahayaan tertentu.

Keberadaan kedua predator puncak ini di wilayah Bodogol menunjukkan bahwa ekosistem di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango masih terjaga dengan baik dan mampu menyediakan ketersediaan pakan bagi satwa karnivora tersebut.

TNGGP berkomitmen untuk terus meningkatkan pengamanan dan pemantauan rutin guna memastikan keselamatan habitat macan tutul jawa dari ancaman perburuan liar maupun gangguan aktivitas manusia.