KBRI Beijing Serukan Persatuan WNI dalam Perayaan Natal dan Tahun Baru

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Tiongkok untuk terus memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial dalam momentum perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Kegiatan perayaan yang berlangsung pada Jumat malam, 9 Januari 2026, tersebut dihadiri sekitar 200 peserta. Mereka terdiri atas jajaran staf KBRI Beijing, komunitas diaspora, masyarakat Indonesia, serta mahasiswa Tanah Air yang tengah menempuh pendidikan di Beijing.

Acara dibuka dengan ibadah Natal yang mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”. Renungan Natal disampaikan oleh Pendeta Witanto Adji dari Gereja Sidang Jemaat Kristus melalui tayangan video. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa manusia memiliki peran penting sebagai perantara kasih Tuhan dalam mewujudkan keselamatan bagi sesama.

“Manusia tetap dibutuhkan sebagai penghubung kasih Tuhan bagi dunia,” tutur Pendeta Witanto.

Ia juga menyoroti peran KBRI, diaspora, serta mahasiswa Indonesia di Republik Rakyat Tiongkok sebagai jembatan yang menghubungkan bangsa Indonesia dengan lingkungan internasional.

Dalam rangkaian ibadah, para jemaat turut memanjatkan doa bagi para korban bencana alam di Indonesia, dengan harapan proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan cepat dan menyeluruh.

Sejalan dengan pesan tersebut, Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, mengajak seluruh komunitas Indonesia di Beijing untuk terus menumbuhkan empati dan solidaritas, terutama bagi saudara-saudara di Tanah Air yang tengah menghadapi musibah.

“Kekuatan bangsa terletak pada kepedulian antarsesama,” ujar Dubes Djauhari.

Memasuki tahun 2026, ia juga mendorong peningkatan kolaborasi dan semangat berprestasi WNI di Tiongkok sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mempererat hubungan Indonesia–Tiongkok.

“Sebagai wajah Indonesia di Tiongkok, mari kita terus bersinergi dan mencetak prestasi. Setiap capaian positif, sekecil apa pun, memiliki arti penting bagi penguatan relasi kedua negara,” jelasnya.

Dubes Djauhari menambahkan, keberhasilan Indonesia di awal tahun, seperti ekspor perdana durian beku ke Tiongkok pada 6 Januari 2026, diharapkan dapat menjadi pemicu lahirnya kerja sama lanjutan di sektor perdagangan, investasi, pariwisata, hingga pendidikan.