JurnalPatroliNews – Jakarta – Dunia militer internasional berduka setelah terjadi insiden tragis yang melibatkan dua helikopter milik Angkatan Laut Malaysia atau Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM). .
Kedua pesawat tersebut bertabrakan di udara saat tengah melakukan sesi latihan dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke-90 Angkatan Laut Malaysia pada Kamis (23/4) siang waktu setempat.
Melansir laporan dari Reuters pada Sabtu (25/4), pihak otoritas mengonfirmasi bahwa sedikitnya 10 orang dinyatakan tewas dalam kecelakaan nahas tersebut.
Hingga saat ini, dilaporkan tidak ada korban selamat dalam peristiwa yang mengejutkan publik Malaysia itu.
Kronologi kejadian bermula ketika kedua helikopter sedang melakukan manuver latihan formasi di area pangkalan militer TLDM di Lumut, Negara Bagian Perak. Sekitar pukul 09.45 waktu setempat, kedua pesawat bersinggungan di udara dan jatuh menghantam area pangkalan militer.
Diketahui bahwa dua jenis helikopter yang terlibat dalam kecelakaan ini adalah unit AgustaWestland AW139 dan Eurocopter Fennec.
Kedua armada tersebut merupakan bagian dari skuadron udara yang disiapkan untuk memeriahkan seremoni peringatan hari jadi angkatan laut yang ke-90.
Total korban jiwa yang telah terdata berjumlah 10 orang, yang terdiri dari 7 awak pesawat resmi TLDM dan 3 orang kru pendukung lainnya.
Seluruh jenazah korban dilaporkan telah dievakuasi dari lokasi puing-puing jatuhnya pesawat untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Hingga saat berita ini diturunkan, pemerintah Malaysia maupun pihak TLDM belum merilis identitas resmi para korban kepada publik guna menghormati pihak keluarga.
Pihak berwenang juga telah membentuk tim investigasi khusus untuk mendalami penyebab pasti tabrakan serta melakukan pendataan terhadap kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan di lokasi kejadian.














