Elviandi juga menyinggung bahwa Kopdes Merah Putih merupakan program strategis nasional yang sejalan dengan agenda pembangunan pemerintah, terutama Asta Cita Presiden yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi rakyat, kemandirian desa, dan pemerataan kesejahteraan.
Lebih jauh, ia menyebut Kopdes Merah Putih bukan hanya wadah organisasi, melainkan institusi ekonomi modern yang menjalankan fungsi produksi, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran secara terpadu.
“Ini adalah mesin ekonomi desa yang mampu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Kemenkop memastikan terus memperkuat ekosistem produksi Kopdes Merah Putih mulai dari peningkatan kapasitas produksi, mutu produk, hingga pemetaan komoditas unggulan desa.
“Tanpa kualitas dan standardisasi yang konsisten, produk desa sulit bersaing di pasar global,” jelas Elviandi.
Ia menambahkan bahwa kopi robusta dan jagung merupakan dua komoditas strategis yang berpotensi memperkuat struktur ekonomi desa apabila dikelola secara profesional dan berbasis koperasi.
Bupati Jember dan LPDB Tegaskan Dukungan
Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut Kopdes Sidomulyo sebagai salah satu koperasi dengan perkembangan paling cepat. Dengan memaksimalkan komoditas unggulan seperti kopi robusta dan jagung, koperasi berhasil menembus pasar ekspor dan memperluas usaha desa.
Bupati meminta Kemenkop terus mendampingi dan memperkuat komoditas unggulan Jember agar mampu bersaing dalam rantai pasok nasional.
“Program Kopdes Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto bertujuan meratakan perputaran ekonomi dan memberi masyarakat wadah untuk mengelola potensi desa secara kolektif,” ujarnya.
Direktur Utama (Dirut) LPDB Koperasi, Krisdianto, menambahkan bahwa LPDB telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp853,81 juta untuk pengembangan komoditas kopi di Sidomulyo.
“Kami ingin Kopdes Merah Putih Sidomulyo terus bertumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal,” tegasnya.
Target Ekspor Melesat dan Peningkatan Layanan Desa
Kepala Desa Sidomulyo, Kamil, melaporkan bahwa ekspor pertama sejumlah 20 ton telah terlaksana tahun ini, dan pada Desember ditargetkan bertambah hingga total empat kontainer atau 80 ton. Tahun depan, pihaknya menargetkan ekspor lebih besar, yakni 3.000 ton.
Kopdes Sidomulyo juga telah menjalin komunikasi dagang dengan beberapa negara, antara lain Arab Saudi, Turki, dan Kanada.
Selain sektor komoditas, Kopdes merambah sektor layanan kesehatan. Gerai Klinik dan Apotek Kopdes Merah Putih Sidomulyo kini telah mengantongi Sertifikat Pratama, sehingga layanan BPJS bisa diakses di klinik tersebut.
Saat ini fasilitas Unit Gawat Darurat (UGD) dan poli umum juga telah tersedia untuk masyarakat.
Kamil berharap pencapaian tersebut menjadi contoh yang dapat direplikasi Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia.














