Aksi SPI di Depan DPR Dikawal 448 Personel, Polisi Pilih Cara Humanis

JurnalPatroliNews | Jakarta — Pengamanan aksi penyampaian aspirasi di depan Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026), mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.

Aksi yang melibatkan Dewan Pengurus Pusat Serikat Petani Indonesia (DPP SPI) tersebut mendapat pengamanan dari jajaran Polres Metro Jakarta Pusat. Selain memastikan situasi tetap kondusif, personel kepolisian juga melakukan komunikasi langsung dengan peserta aksi.

Salah satu bentuk pelayanan yang dilakukan petugas yakni membagikan air mineral dan makanan ringan kepada massa yang berada di sekitar lokasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi sekaligus menjaga suasana penyampaian aspirasi tetap tertib.

Sebanyak 448 personel disiapkan untuk mengamankan kegiatan. Penempatan personel dilakukan di sejumlah titik sekitar Gedung DPR/MPR RI untuk menjaga ketertiban, membantu kelancaran aktivitas masyarakat, serta memastikan penyampaian pendapat dapat berlangsung secara aman.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung mengatakan, pengamanan aksi tidak semata-mata berorientasi pada penjagaan keamanan, tetapi juga pelayanan kepada masyarakat.

“Petugas hadir untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan aman dan tertib. Kami mengedepankan komunikasi yang baik dan pendekatan humanis sehingga kegiatan dapat berjalan dengan nyaman, baik bagi peserta aksi maupun masyarakat lainnya,” ujar Reynold.

Menurutnya, komunikasi menjadi salah satu kunci dalam menjaga situasi tetap kondusif selama kegiatan berlangsung. Interaksi antara petugas dan peserta aksi diharapkan dapat mencegah munculnya kesalahpahaman di lapangan.

Pembagian makanan ringan dan air minum juga disebut sebagai bentuk perhatian personel kepada peserta yang mengikuti kegiatan di tengah berlangsungnya aksi.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengapresiasi sikap peserta aksi yang dinilai mampu menjaga ketertiban selama penyampaian aspirasi.

“Melalui dialog yang sejuk dan sikap saling menghargai, ruang di depan gedung wakil rakyat dapat bersama-sama kita jaga sebagai ruang demokrasi yang aman, damai, dan inklusif bagi semua pihak,” kata Budi.

Pendekatan tersebut menempatkan pengamanan aksi tidak hanya sebagai tugas menjaga ketertiban, tetapi juga memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat tetap dapat berlangsung dalam suasana yang aman.

Komentar