Ketegangan Selat Hormuz: Trump Klaim Iran Mulai Melunak dan Ingin Buka Perundingan

JurnalPatroliNews – Jakarta -Di tengah eskalasi ketegangan di kawasan Teluk, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim bahwa Iran mulai menunjukkan keinginan untuk kembali ke meja perundingan. Pernyataan ini muncul di tengah konflik perebutan kendali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu (15/3/2026), Trump menyatakan keyakinannya bahwa Teheran ingin mengakhiri kebuntuan diplomatik dengan Washington, meski masih ada ganjalan dalam memenuhi tuntutan AS.

“Saya pikir mereka sangat ingin bernegosiasi, tetapi saya tidak yakin mereka siap melakukan apa yang harus mereka lakukan,” ujar Trump sebagaimana dilansir dari AFP.

Trump menambahkan bahwa pemerintahannya saat ini sedang menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah negara sekutu untuk memperkuat pengamanan di Selat Hormuz.

Langkah ini diambil sebagai respons atas ancaman serangan terhadap kepentingan AS dan upaya Iran untuk membatasi akses di jalur energi paling vital di dunia tersebut.

“Saya pikir mereka pada akhirnya akan bernegosiasi. Kami melakukan dengan sangat baik terkait seluruh situasi dengan Iran,” tegasnya optimistis.

Di sisi lain, laporan dari Al Jazeera menyebutkan posisi Teheran tetap pada pendiriannya. Meski menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka bagi lalu lintas pelayaran internasional secara umum, Iran secara spesifik menyatakan jalur tersebut tertutup bagi kapal-kapal yang berafiliasi dengan AS, Israel, serta sekutu terdekat mereka.

Selat Hormuz sendiri merupakan urat nadi ekonomi global, di mana sekitar seperlima pasokan minyak dunia melintasi jalur ini setiap harinya. Gangguan apa pun di kawasan ini diprediksi akan memicu gejolak harga energi global yang signifikan.